Berita Surabaya

Hingga Sabtu Dini Hari Keluraga Korban masih Bertahan di RSUD Dr Soetomo

Pihak keluarga korban insiden di viaduk Jl Pahlawan masih bertahan di kamar jenazah RSUD Soetomo Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Hingga Sabtu Dini Hari Keluraga Korban masih Bertahan di RSUD Dr Soetomo
surya.co.id/mohammad romadoni
Keluarga korban meninggal Erikawati (9) di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Jumat malam (9/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pihak keluarga korban insiden di viaduk Jl Pahlawan masih bertahan di kamar jenazah RSUD Soetomo Surabaya, Jumat (9/11/2018).

Mereka menunggu kepastian dari pihak Kepolisian Polrestabes Surabaya terkait hasil identifikasi korban meninggal.

Dua jenazah korban insiden maut di viaduk yakni remaja putra dan putri yang masih berusia belasan tahun telah dipindahkan ke kamar mayat RSUD dr Soetomo Surabaya.

Satu korban remaja wanita berhasil diindentifikasi oleh keluarganya. Korban bernama Erikawati (9) pelajar kelas III SD warga Jl Kalimas Barat Surabaya.

Sedangkan, remaja laki-laki belum diketahui namanya lantaran pihak Kepolisian tidak menemukan identitas apapun pada diri korban.

Tim INAFIS Polrestabes Surabaya masih berupaya mencari tahu identitas korban remaja laki-laki itu.

Pihaknya sempat kesulitan mengidentifikasi korban memakai alat identifikasi berupa Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS). Pasalnya, korban berusia di bawah umur belum terekam E-KTP.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan pihaknya bersama Tim Identifikasi dan INAFIS untuk mendata dan mengambil sidik jari korban yang meninggal.

"Pemeriksaan masih sebatas interview terhadap korban sudah ditangani Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya mengenai kecelakaan kereta api," ucapnya.

Rudi menjelaskan ada tujuh orang yang masih dirawat di rumah sakit RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya. Kondisi korban menderita luka patah lengan tangan dan kaki.

"Ini menjadi keprihatinan kita semua mengenai laka kereta api ini. Supaya masyarakat lebih memahami lajur ini (Viaduk) hanya perlintasan kereta api," pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved