Berita Mojokerto

Diduga Kandung Narkoba, Ini Hasil BPOM usai Teliti Mainan Sari Buah di Mojokerto

Kandungan mainan sari buah yang sebelumnya dikabarkan membuat seorang siswa SDN 2 Kemantren, Kota Mojokerto tergolek lemas kini telah diketahui.

Diduga Kandung Narkoba, Ini Hasil BPOM usai Teliti Mainan Sari Buah di Mojokerto
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardhana
Diduga Kandung Narkoba, Ini Hasil BPOM usai Teliti Mainan Sari Buah di Mojokerto 

SURYA.co.id l MOJOKERTO - Kandungan mainan sari buah yang sebelumnya dikabarkan membuat seorang siswa SDN 2 Kemantren, Kota Mojokerto tergolek lemas kini telah diketahui.

Nyatanya, tak ada kandungan narkoba di dalam mainan berbentuk buah tersebut.

Kandungan tersebut dapat diketahui setelah BPOM Surabaya melakukan penelitian selama kurang lebih 2 minggu.

Baca: Kapolres Lamongan Cangkrukan Bareng Mantan Napi Teroris dan Kombatan. Ini yang Diminta

Baca: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar : Negara Butuh Pahlawan Baru dari Kawula Muda

Baca: Batik Gading Kencana Kenalkan Kain Batik Motif Gajah Mada, ternyata Paling Diminati Masyarakat

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono membenarkan, hasil uji laboratorium dari mainan sari buah telah muncul beberapa hari yang lalu.

"Hasilnya negatif, tidak mengandung narkoba," katanya kepada Surya, Sabtu (10/11).

Ia melanjutkan, di dalam mainan tersebut hanya berisi pewangi mainan saja, tak ada zat lain. "Tak ada zat lain hanya pewangi dan tak mengandung alkohol juga," lanjutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Suharyono menjelaskan yang membuat siswa tersebut mengalami sakit kepala hingga tergolek lemas lantaran mainan pewangi tak digunakan semestinya.

Sebab, umumnya cara penggunaan pewangi disemprotkan ke area tubuh, namun siswa ini justru meminumnya.

Baca: Veteran RI, Achmad Prijadi Prihatin Banyak Pejabat Korupsi sebagai Tanda Mentalnya Buruk

Baca: Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar : Negara Butuh Pahlawan Baru dari Kawula Muda

Baca: Anda Ingin Poligami? Ini Syarat-syarat Mudah yang Perlu Dipenuhi

"Yang membuat dia sakit kepala mungkin karena baunya yang menyengat. Selain itu, dia juga meminumnya," terangnya.

Untuk penjual mainan, masih kata Suharyono, sampai saat ini belum tertangkap. Selang sehari kejadian itu mencuat, pedagang tersebut sudah tidak menggelar dagangannya di depan SDN 2 Kemantren.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved