Berita Surabaya

Begini Rekomendasi Pakde Karwo Agar "Tragedi Surabaya Membara" Tidak Terulang

Pakde Karwo berharap masyarakat tak memperbesar masalah perizinan tersebut. Apalagi, teatrikal tersebut telah berjalan kali kedelapan

Begini Rekomendasi Pakde Karwo Agar
surya/pipit maulidiya
petugas melakukan evakusi di atas viaduk, sebagian penonton Surabaya Membara lebih penasaran dengan proses evakuasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap tragedi dalam drama kolosal Surabaya Membara (9/10/2018), yang menelan tiga korban jiwa tidak boleh terulang. Oleh karenanya, sejumlah stakeholder lintas sektoral harus bersinergi agar pentas kolosal yang rutin digelar tiap tahun dalam rangka perayaan hari pahlawan tersebut tetap aman bagi penonton.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan bahwa sektor keamanan menjadi vital dalam gelaran ini.

"Kalau saya, keamanan yang harus ditingkatkan," kata Pakde Karwo ketika dihubungi di Surabaya, (Sabtu, 10/11/2018).

Kegiatan untuk memperingati Hari Pahlawan, menurut Pakde Karwo harus didukung. Meskipun demikian, seharusnya panitia juga memikirkan aspek keselamatan penontonnya.

"Kalau orang ingin meramaikan pertunjukkan kan nggak bisa dilarang. Orang punya inisiatif kan nggak bisa dilarang," kata Pakde Karwo melanjutkan.

Pakde Karwo juga menuturkan bahwa izin kegiatan dikeluarkan oleh kepolisian. Namun, Pakde Karwo belum memastikan kegiatan tersebut telah memiliki izin dari kepolisian.

"Izin kegaiatan kan dari polisi. Provinsi maupun kota tidak berhak mengeluarkan izin soal keamanan. Kalau (izin) keramaian dari (pemerintah) kota," tandasnya.

Pada prinsipnya, Pakde Karwo berharap masyarakat tak memperbesar masalah perizinan tersebut. Apalagi, teatrikal tersebut telah berjalan kali kedelapan di delapan tahun terakhir.

"Soal prosedur kan sebelumnya panitia sudah memberitahu. Namun, sekali lagi ini adalah musibah. Sebenarnya acara bagus," kata Pakde Karwo.

Sebagai musibah, Pakde Karwo pun enggan menyalahkan panitia maupun penontonnya.

"Mereka ingin menyaksikan tontonanan heroisme. Mereka kan ingin melihat ruh dari perjuangan," kata Gubernur Jatim dua periode ini.

Oleh karenanya, pihaknya memilih untuk fokus menangani korban. Baik korban tewas maupun korban luka.

"Saat ini, kita soal kemanusiaan. Yang meninggal kita berikan santunan, yang luka kita urus," tegasnya.

Pemerintah provinsi pun telah memberikan santunan senilai Rp10 juta. Sedangkan bagi yang terluka, semua biaya perawatan juga ditanggung oleh pemerintah.

"Santunan telah diberikan seluruhnya oleh Pak Heru (Heru Tjahjono, Sekdaprov Jatim)," pungkas Pakde Karwo.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved