Smart City Jawa Timur

Abdullah Abu Bakar Siapkan Smart Card untuk Menunjang Program Smart City Kota Kediri

tahun depan, Smart City Kota Kediri akan mulai diprogamkan untuk membuat Smart Card untuk seluruh masyarakat

Abdullah Abu Bakar Siapkan Smart Card untuk Menunjang Program Smart City Kota Kediri
surya/didik mashudi
Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri memberikan pelayanan jemput bola kepada pemohon perizinan. 

Nanti kami akan menggunakan smart card. Bagi warga kurang mampu yang menjadi tanggung jawab pemerintah nanti dimasukkan ke dalamnya.

Contohnya, ada pasien yang mendapatkan asisten lanjut usia. Dananya ada di smart card. Sehingga smart card dapat multi fungsi.

Seperti di Jakarta, dengan smart card dapat untuk membeli buku dan keperluan lain.

Harapan kami tahun depan sudah direalisasi dan tidak ada kendala.

Kemudian tujuan besarnya mengintegrasikan semua SKPD untuk saling menopang dan cepat mengambil kebijakan.

Bagaimana tanggapan masyarakat atas progam Smart City di Kota Kediri?

Makin lama semakin bagus. Kalau dulu kita membuat sesuatu, masyarakat baru sekedar mencoba.

Sekarang PPDB online siswa tidak perlu datang ke sekolah cukup input datanya, sehingga ada respons yang bagus dari masyarakat.

Kami tidak tahu apakah ini tipikal dari masyarakat perkotaan di Kota Kediri sehingga jauh lebih cepat.

Sejauh mana membangun sinergitas Smart City di Kota Kediri dengan daerah lain dan Pemprov Jatim?

Selama ini kami masih jalan sendiri-sendiri. Namun ada satu sistem yang bagus sekali yaitu ada Siskaperbako.

Dengan Siskaperbako dapat mengetahui harga-harga sembako di Jawa Timur, sehingga dapat diketahui barang yang volatilnya tinggi.

Ini untuk mengatasi gejolak inflasi di Kota Kediri dan selama ini sudah berjalan.

Makanya, Kota Kediri dengan memanfaatkan Siskaperbako dapat menekan inflasi terendah se-Jawa Bali.

Harapan kami ke depan dapat berintegrasi dengan provinsi walaupun kita punya sistem yang berbeda.

Kendala utama untuk menjalankan konsep Smart City di Kota Kediri?

Permasalahan yang dihadapi semua daerah sama yakni sumber daya manusia (SDM).

Kemudian konsistensi untuk menginput data dengan tepat dan benar. Jangan sampai data yang diperoleh sampah.

Kalau data yang dimasukkan sampah, maka yang keluar juga sampah. Kalau datanya benar dalam mengambil kebijakan akan tepat sasaran.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved