Berita Surabaya

Penyakit Psoriasis Bisa Bikin Depresi, Begini Pencegahannya

Selain berjuang menghadapi penyakitnya, pasien psoriasis juga menghadapi berbagai masalah psikososial yang signifikan.

Penyakit Psoriasis Bisa Bikin Depresi, Begini Pencegahannya
surya/sudharma adi
talkshow Hidup Bahagia dengan Psoriasis di RS Bhayangkara Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski bukan penyakit berbahaya, namun psoriasis perlu mendapat perhatian, terutama pada warga Surabaya. Itu tak lepas dari kecenderungan adanya peningkatan penderita psoriasis dalam dua tahun terakhir.

Ini setidaknya tampak dari data pasien psoriasis di RS Unair, di mana pada 2016 ada 17 penderita psoriasis yang masuk. Kemudian pada 2017, jumlah penderita meningkat menjadi 50 kasus.

Sedangkan di RSUD dr Soetomo yang jadi rujukan di Jatim, jumlah penderita psoriasis pada periode 2011-2013 berkisar 0,5 sampai 1,5 persen dari total pasien yang dirawat.

“Sedangkan di Indonesia dan dunia, rata-rata penderita sekitar 1-3 persen dari total populasi penduduk di negara,” jelas dr Afif Nurul Hidayati SpKK, anggota Kelompok Studi Psoriasis Indonesia, dalam Talkshow Hidup Bahagia dengan Psoriasis di RS Bhayangkara, Jumat (9/11).

Dijelaskan, psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit. Penyakit yang diakibatkan karena gangguan keratinisasi, sehingga menimbulkan gejala klinis yang khas berupa bercak kemerahan bersisik tebal berwarna keperakan.

“Penyebab psoriasis bisa karena genetis, autoimun, dan karena faktor internal atau kondisi kulit,” jelasnya.

Penderita penyakit ini dapat timbul pada semua kelompok usia, baik usia muda maupun usia tua.

Penyakit ini lebih jarang terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Sering terjadi pada usia antara 15 sampai 30 tahun dan dikatakan tidak ada perbedaan prevalensi psoriasis pada pria dan wanita, dengan masa puncak onset penyakit usia 30-39 tahun dan usia 50-69 tahun.

“Namun dari penelitian, kecenderungan bahwa penderita pada anak-anak dan balita mulai banyak,” urainya.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved