Berita Gresik

Hakim PN Gresik Tolak Eksepsi Terdakwa Narkoba Lantaran Diduga Pakai Jasa Pengacara Magang

Atas pendampingan paralegal yang tidak kompeten tersebut, akhirnya majelis hakim PN Gresik menolak esepsi terdakwa yang didampingi dari Posbakum

Hakim PN Gresik Tolak Eksepsi Terdakwa Narkoba Lantaran Diduga Pakai Jasa Pengacara Magang
surya/sugiyono
Paralegal Posbakum Al Banna saat mengikuti sidang di PN Gresik, Jumat (9/11/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mempermasalahkan paralegal atau pengacara Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Al Banna. Sebab, diduga pengacara tersebut tidak mempunyai kewenangan untuk beracara di ruang sidang.

Keberatan itu disampaikan Jaksa Beatrix Novie S Temmar ketika sidang tanggapan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa narkotika Dwi Prasetyo Nugroho di PN Gresik.

Keberatan itu disampaikan karena pengacara tidak tidak bisa menunjukkan berita acara sumpah (BAS) dan kartu anggota Advokat sesuai peraturan Undang-undang Nomor 18/2003.

"Dalam persidangan kami keberatan dan menolak dengan tegas kuasa hukum yang mendampingi terdakwa. Kami meminta terdakwa didampingi kuasa hukum yang berkompeten dan memilik izin sebagai advokad," kata Jaksa Novie, Jumat (9/11/2018).

Atas pendampingan kuasa hukum yang tidak kompeten tersebut, akhirnya majelis hakim PN Gresik menolak eksepsi terdakwa yang didampingi dari Posbakum.

Terpisah, Pemilik Posbakum Al Banna, Faridatul Bahiyah, ketika dikomfirmasi wartawan terkait keberatan JPU tentang keberadaan paralegal itu mengatakan tidak apa-apa. Sebab, sudah mempunyai berita acara sumpah (BAS).

"Mereka kan magang di sini, jadi menurut saya tidak apa-apa mengikuti sidang. Sebab, mereka resmi bukan liar. Kalau mereka tidak punya BAS, tidak mungkin mereka di sini," kata Faridatul.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved