Berita Surabaya

Detik-detik Tragedi Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta Api di Viaduk Jl Pahlawan

Sejumlah orang tewas ditabrak kereta api di viaduk Jl Pahlawan, Surabaya, saat menonton drama kolosal Surabaya Membara. Begini kronologinya

Detik-detik Tragedi Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta Api di Viaduk Jl Pahlawan
ist/facebook
Detik-detik saat beberapa penonton terjun dari viaduk Jl Pahlawan untuk menghindari ditabrak kereta api, Jumat (9/11/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertunjukan kolosal Surabaya Membara yang digelar di Jl Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam, memakan korban. 

Sejauh ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa orang lainnya terluka akibat insiden dengan kereta api yang melintas di atas viaduk

Informasi yang diperoleh sejauh ini, viaduk yang berdiri setinggi kira-kira 5 hingga 7 meter itu sudah dipenuhi penonton Surabaya Membara, bahkan sebelum pertunjukan dimulai. 

Mereka tampaknya ingin mencari sudut terbaik untuk menyaksikan pertunjukan yang digelar untuk memperingati Hari Pahlawan tersebut. 

Sekitar pukul 19.53 WIB, melaju kereta api dari arah timur. 

Baca: Innalilahi. Korban Tewas Tragedi Viaduk Jl Pahlawan Surabaya Masih Kelas 3 SD

Baca: 2 Jenazah Insiden Surabaya Membara Tiba di Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo, 1 Korban Masih Kelas III SD

Baca: VIDEO Detik-detik Penonton Surabaya Membara Terlindas Kereta Api, Begini Kronologinya

Baca: BREAKING NEWS - Dua Orang Meninggal Dunia Terlindas Kereta Saat Nonton Teatrikal Surabaya Membara

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak para penonton yang ada di pinggiran viaduk mulai panik. Tak cuma mereka, para penonton di bawah viaduk pun cemas melihat situasi tersebut. 

Beberapa orang pun terlihat melompat dari atas viaduk untuk menghindari tertabrak atau terserempet kereta api. 

Tanpa pikir panjang mereka terjun meski di bawah banyak orang lalu lalang dan aspal.

Meninggal Dunia

Selang beberapa saat, seseorang berseragam TNI yang mengamankan Drama Kolosal turun dari viaduk sambil membopong seorang laki-laki yang kakinya penuh darah. 

"Awas - awas," katanya meminta orang yang berkerumunan di bawah viaduk minggir.

Halaman
1234
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved