Berita Jember

Terima Uang dari Calo lalu Jadi Tersangka OTT Pungli, Ini Penjelasan Pengacara Sri Wahyuniati

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember Sri Wahyuniati mengaku tidak ada aliran uang darinya ke orang lain.

Terima Uang dari Calo lalu Jadi Tersangka OTT Pungli, Ini Penjelasan Pengacara Sri Wahyuniati
SURYA.co.id/SRI WAHYUNIK
Eko Imam Wahyudi, Pengacara Kadispendukcapil Jember Sri Wahyuniati 

SURYA.co.id | JEMBER - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jember Sri Wahyuniati mengaku tidak ada aliran uang darinya ke orang lain.

Ia juga mengaku jika uang yang diterima dari Abdul Kadar, pegiat LSM yang juga calo, merupakan pinjaman pribadi, bukan suap.

Hal ini ditegaskan oleh pengacara Kadispendukcapil Jember Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar, Eko Imam Wahyudi.

Baca: 3 Tuntutan Serikat Pekerja KFC, jika Tak Dipenuhi Akan Demo di Seluruh Gerai KFC Surabaya

Baca: Satpol PP Kediri Terima Sumbangan Paku dan Besi Tua 1 Kuintal untuk Korban Gempa Palu

Baca: Marak OTT Pungli di Berbagai Daerah, Ini yang Dilakukan Polda di Kota Malang

Baca: Gus Ipul Ajak Masyarakat Jatim Berpartisipasi Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk

Eko Imam yang ditemui SURYA.co.id usai menjenguk Yuni di sel tahanan Mapolres Jember, menegaskan uang pinjaman pribadi itu untuk membiayai beberapa urusan kedinasan.

"Untuk nalangi beberapa urusan kedinasan karena uangnya belum cair. Jadi itu bersifat pinjaman pribadi dari Kadar kepada SW (Sri Wahyuniati, red). Bukan suap. Karena jika uang kedinasan itu cair, dikembalikan lagi ke Kadar," ujar Eko Imam, Kamis (8/11/2018).

Beberapa urusan kedinasan yang dibiayai dari hasil meminjam uang ke bos calo pengurusan administrasi kependudukan itu antara lain, biaya perjalanan dinas kepala dinas, juga makan dan uang lembur tenaga honorer.

Baca: Diperiksa Polisi Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab Alami Demam dan Flu Berat

Baca: Pengamat, Wawan Sobari: Relasi Politik Kalangan Pesantren di Pemilu 2019 Mulai Berubah

Baca: Awas, Buang Sampah Sembarangan di Kota Batu Bakal Ditangkap Satpol PP Batu. Ini Area Larangannya

"Karena pekerjaan menumpuk, maka beberapa tenaga honorer kan ikut lembur. Jadi mereka dikasih makan juga," lanjutnya.

Eko Imam menegaskan, dari pengakuan kliennya, uang itu tidak diserahkan kepada pihak lain.

Dari bulan Maret hingga akhir Oktober lalu ditangkap polisi, Yuni menerima dana pinjaman pribadi dari Kadar mencapai Rp 125 juta.

Kadar merupakan pegiat LSM yang juga menjadi bos calo pengurusan Adminduk di Dispendukcapil Jember.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved