Berita Malang

Marak OTT Pungli di Berbagai Daerah, Ini yang Dilakukan Polda di Kota Malang

Polda bersama Kejati dan Pemprov Jatim menggelar sosialisasi pencegahan pungutan liar (Pungli) di Kota Malang, Kamis (8/11/2018).

Marak OTT Pungli di Berbagai Daerah, Ini yang Dilakukan Polda di Kota Malang
SURYA.co.id/Rifky Edgar
Foto bersama jajaran Polda Jatim bersama Camat, Lurah, Unit Pemberatasan Pungli (UPP) dan Pejabat lain se-Jawa Timur pada saat menghadiri acara sosialisasi pencegahan pungutan liar di wilayah provinsi Jawa Timur pada Kamis (8/11/2018). 

SURYA.co.id | Blimbing - Polda bersama Kejati dan Pemprov Jatim  menggelar sosialisasi pencegahan Pungli (pungutan liar) di Kota Malang, Kamis (8/11/2018).

Sosialisasi dilakukan kepada camat, lurah, unit pemberatasan pungli (UPP), dan pejabat lain se-Jatim di Hotel Savana Malang pada.

Acara tersebut digelar karena marak OTT (Operasi tangkap Tangan) yang terjadi diberbagai daerah di Jatim, khususnya di Kota Malang.

Baca: Partai Nasdem Silaturahmi dan Kampanyekan Gerakan Restorasi dan Tagline Politik Tanpa Mahar

Baca: Diperiksa Polisi Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab Alami Demam dan Flu Berat

Baca: Pengamat, Wawan Sobari: Relasi Politik Kalangan Pesantren di Pemilu 2019 Mulai Berubah

Kombespol Soetardjo Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jatim mengatakan, sosialisasi dilakukan kepada seluruh kabupaten/kota untuk menghindari pungli agar Jatim bersih dari pungli.

"Kita tidak ingin ada lagi OTT terhadap mereka, karena mereka sudah paham apa yang harus dilakukan sebagai seorang pejabat tak boleh menerima atau menarik pungutan di luar yang sudah ditentukan," ucapnya ketika ditemui SURYAMALANG.COM (grup SURYA.co.id) usai acara. 

Baca: Terlalu, Lahan Parkir Difabel di Taman Bungkul Surabaya Disalahgunakan Oknum Pengunjung

Baca: Karyawan KFC di-PHK Sepihak, 100 Anggota Serikat Pekerja KFC Surabaya Demo di Dekat Royal Plasa

Baca: Siap Deklarasi Dukung Jokowi, BARKOD Ingin Ulang Kesuksesan Dukung Khofifah Menang di Pilgub Jatim

Soetardjo mengimbau kepada masayarakat untuk menyampaikan informasi atau melaporkan jika mengetahui tindakan pungli kepada Tim Saber Pungli.

"Jika memang menjumpai aparat atau pejabat publik yang melakukan pungli, laporkan saja ke kita. Begitu juga aparat, jangan melakukan pungli," ucapnya

Soetardjo ingin, dana yang dialokasikan benar-benar sampai ke masyarakat, sehingga semua sesuai peruntukan.

Meskipun sering kali terdapat kampanye memberantas pungli, namun memang masih ada saja oknum yang tetap melakukan pungli.

Hal tersebut dijelaskan Soetardjo, karena masih banyak oknum yang masih belum mengerti dan memahami tentang pengabdian terhadap masyarakat.

"Semuanya harus sama-sama menyadari dan menjauh dari perbuatan pungli. Masyarakat kadang mancing dan ingin cari gampang tak mau repot-repot melakukan prosedur dengan menggunakan jasa pungli untuk diberikan kemudahan," ucapnya.

Ia menyebutkan, selama tim Saber Pungli terbentuk, sudah ada 30 lebih kasus yang sudah ditangani dan diproses sampai ke Pengadilan.

Soetardjo berjanji akan terus melakukan sosialisasi terhadap para pejabat dan aparat di Jawa Timur secara bergantian, ini merupakan bagian dari program kerja

"Bentuk penyimpangan yang dilakukan kebanyakan adalah penyimpangan anggaran, dana yang seharusnya untuk pembangunan digunakan untuk kepentingan pribadi, atau dipotong untuk keperluan lain," ucapnya.

Kegiatan sosialiasi pencegahan pungli di Kota Malang merupakan kegiatan kedua yang dilakukan setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Jember.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved