Berita Surabaya

HIV dan Tuberkulosis Jadi Perhatian Kedubes Belanda dan RS Unair

Direktur RS Unair, Prof Nasronudin, mengungkapkan pihaknya tengah berusaha memecahkan masalah penyakit infeksi yang selalu terjadi tiap tahunnya

HIV dan Tuberkulosis Jadi Perhatian Kedubes Belanda dan RS Unair
surya/sulvi sofiana
Direktur RS Unair Prof Nasronudin 

SURYA.co.id | SURABAYA – Upaya persiapan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlaangga untuk menyiapkan Global Medical Tourism menarik minat Kedutaan Besar Belanda (Delegation of the Kingdom of the Netherlands). Khususnya dalam upaya riset HIV AIDS dan Tuberkulosis yang merupakan salah satu penyakit infeksi.

Direktur RS Unair, Prof Nasronudin, mengungkapkan pihaknya saat ini tengah berusaha memecahkan masalah penyakit infeksi yang selalu terjadi tiap tahunnya.

“RS Unair selama ini berperan aktif dalam menanggulangi masalah kesehatan nasional maupun internasional dengan mendirikan rumah sakit isolasi khusus infectious disease,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (8/11/2018).

Sesuai dengan visi Global Medical Tourism, kerjasama antar kedua belah pihak tak hanya berfokus pada penyakit Tuberkulosis dan HIV/AIDS, tapi juga pengembangan kesehatan jantung, Microsurgery, kanker, dan kecantikan.

Wakil Direktur Pendidikan dan Riset RS Unair, Prof Muhammad Amin, menambahkan dalam pelaksanaan strategi dan pengembangan, pihaknya akan menyertakan keterlibatan mahasiswa program S3.

“Sehingga mereka memiliki kesempatan mendapatkan pendanaan, serta jaringan dan kapasitas peningkatan kemampuan,” jelasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved