Berita Surabaya

Ditetapkan Tersangka, Ahmad Dhani Belum Hadirkan Saksi Ahli, Ini Penjelasan Polda Jatim

Hingga saat ini, Kamis (8/11/2018), Ahmad Dhani belum menghadirkan saksi ahli sesuai rekomendasinya.

Ditetapkan Tersangka, Ahmad Dhani Belum Hadirkan Saksi Ahli, Ini Penjelasan Polda Jatim
surya/mohammad romadoni
Ahmad Dhani saat berada di Mapolda Jatim, Rabu (24/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Subdit V Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditrreskrimsus) Polda Jawa Timur memberi batas tegang waktu selama dua pekan terhadap Ahmad Dhani untuk menghadirkan saksi ahli.

Ahmad Dhani berserta penasehat hukumnya Aldwin Rahardian Megantara menyodorkan kepada penyidik yaitu saksi ahli, terkait kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya sebagai tersangka.

Namun hingga saat ini, Kamis (8/11/2018), Ahmad Dhani belum menghadirkan saksi ahli sesuai rekomendasinya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya telah memberi batas waktu selama dua pekan untuk menghadirkan saksi ahli ITE, ahli pidana dan ahli bahasa.

"Janji yang bersangkutan menghadirkan saksi ahli dua minggu tapi sampai sekarang belum datang," ujar Barung di Mapolda Jatim, Kamis (8/11/2018).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat konferensi pers terkait kelanjutan kasus Ahmad Dhani, Kamis (8/11/2018).
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat konferensi pers terkait kelanjutan kasus Ahmad Dhani, Kamis (8/11/2018). (surya/mohammad romadoni)

Barung menjelaskan kedatangan saksi ahli versi Ahmad Dhani untuk dilampirkan dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tentang kasus pencemaran nama baik.

Apabila yang bersangkutan tidak kunjung menghadirkan saksi ahli hingga batas waktu terlewati, maka pihaknya akan menambah paling lambat dua hari.

"Besok terakhir AD (Ahmad Dhani) menghadirkan saksi, jika tidak kami memberikan tambahan waktu selama dua hari hingga Minggu, (11/11/2018)," ungkapnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus perkara pencemaran nama baik terhadap Banser.

Dhani terbukti melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 2016 pasal 27 ayat 3 terkait pencemaran nama baik ancaman hukuman pidana penjara empat tahun.

Dia datang memenuhi panggilan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik di Mapolda Jatim, Kamis (25/10/2018).

Adapun tim ahli versi Ahmad Dhani yaitu:

1. Ahli hukum Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Teguh Arifiyadi Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kementerian Kominfo RI.

2. Ahli hukum pidana Dr Abdul Chair Ramadhan akademisi Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafiiyah.

3. Ahli Bahasa Bidang Lingusistik Forensik Dr. Andika Dutha Bachari Akdemisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved