Berita Madiun

Cara Bupati Madiun Redam Demo Warga, Datangi Desa Ajak Warga Diskusi terkait Masalahnya

Cara baru itu diperkenalkan Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Kamis (9/11/2018).

Cara Bupati Madiun Redam Demo Warga, Datangi Desa Ajak Warga Diskusi terkait Masalahnya
surya.co.id/rahadian bagus
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro menemui warga Kare terkait masalah pengelolaan Kebun Kopi Kandangan. 

"Dulu pekebunan kopi Kandangan menjadi andalan masyarakat. Tapi kenapa sekarang tidak? Karena pengelolaan yang kurang benar. Jangan sampai perusahaan luar datang hanya mencari keuntungan pribadi. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," katanya.

Dia mengatakan, kebun kopi Kandangan bisa kembali maju dan menghasilkan kopi terbaik apabila didukung dengan tenaga kerja dan pengelolaan yang baik.

"Kandangan bisa baik, jika didukung karyawan dan tenaga kerja yang banyak, dan upahnya sesuai dengan UMR. Pengelolanya juga harus paham dengan Pancasila," katanya.

Sanjoyowiji mengatakan, lahan di Kandangan sangat cocok untuk ditanami kopi, oleh sebab itu jangan ditanami dengan tanaman karet. Selain itu, kata Sanjoyowiji, harga kopi cenderung lebih stabil sehingga petani akan lebih banyak diuntungkan.

Kalau dulu digunakan perkebunan kopi, ya digunakan kopi. Harga kopi stabil, kalau harga karet, nggak stabil," katanya.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat di Desa Kare, Darsiyanto mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan kepada bupati.

Di antaranya mengenai legalitas perizinan PT Haraka Kitri Indah selaku pengelola PT Perusahaan Perkebunan Kandangan Pulusari dan Panggung Sari. Darsiyanto mengatakan, berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri, HGU atas PT Perusahaan Perkebunan Kandangan Pulusari dari Panggung Sari oleh PT Haraka Kitri Indah berlaku 16 Februari 1988 dan berakhir pada 2012.

"Ketika izin HGU pada tahun 2012 berakhir. PT Haraka Kitri Indah tidak mempunyai hak dan sudah tidak berwenang di situ, karena sudah HGU nya sudah habis pada Desember 2012," katanya.

Kemudian mengenai gaji karyawan kebun kopi Kandangan yang tidak sesuai dengan UMR. Setiap bulannya, karyawan perkebunan kopi Kandangan hanya digaji Rp 25 ribu per hari, sejak tahun 2014.

"Sampai saat ini Rp 25 ribu per hari. Padahal janjinya setiap enam bulan akan ada kenaikan Rp 6000, hingga memenuhi UMK," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved