Berita Madiun

Cara Bupati Madiun Redam Demo Warga, Datangi Desa Ajak Warga Diskusi terkait Masalahnya

Cara baru itu diperkenalkan Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Kamis (9/11/2018).

Cara Bupati Madiun Redam Demo Warga, Datangi Desa Ajak Warga Diskusi terkait Masalahnya
surya.co.id/rahadian bagus
Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro menemui warga Kare terkait masalah pengelolaan Kebun Kopi Kandangan. 

SURYA.co.id|MADIUN - Rupanya ada cara baru untuk meredam warga yang berniat demo keinstansi tertentu. Cara baru itu diperkenalkan Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, Kamis (9/11/2018).

Sebelumnya ratusan warga Desa Kare, Kecamatan Kare hendak mengadu kepada Bupati Madiun. Mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai petani ini berencana menggelar demonstrasi terkait permasalahan pengelolaan kebun kopi di Kandangan.

Sebelum warga menggelar demonstrasi, Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro alias Kaji Mbing malah mendatangi warga dan mengajak warga diskusi di Kantor Desa Kare, Kecamatan Kare.

Baca: Bupati Madiun Wajibkan Kepala Dinas dan Camat Ikut Pendidikan Militer di Markas Marinir TNI AL

Baca: Pria Tuban Pura-pura Dibegal, Tergeletak di Sawah dan Kesakitan, Saat Terbongkar Alasannya Kocak

Baca: Fakta Janggal di Balik Tewasnya Pasutri di Tulungagung - Didatangi Orang hingga Luka Mencurigakan

Baca: Duka Orangtua Hazka, Korban Jatuhnya Lion Air asal Blitar : Menangis dan Peluk Peti Jenazah Anaknya

Akhirnya, demonstrasi yang seharusnya siang itu berlangsung, urung dilaksanakan dan diganti dengan acara diskusi.

Kaji Mbing juga mengajak Kepala DPMPTSP Arik Krisdianto, Kepala Satpol PP Supriyadi, Kepala Dinas Sosial Sugiarto, dan Kepala Bakesbangol Agus Budi Wahyono.

"Tidak perlu demo, biar saya yang jemput bola, sekalian mendinginkan badan. Di sini dekat dengan langit, di kota panas," kata Kaji Mbing sambil tersenyum, Kamis (8/10/2018) sore.

Kaji Mbing mengatakan, ia sengaja mengajak sejumlah Kepala OPD ke Desa Kare untuk mendengar aspirasi dari warga Desa Kare. Ia lebih suka menemui warga untuk berdiskusi dan mendengar langsung aspirasi warga.

Sementara itu, seorang warga Desa Kare, Sanjoyowiji mengatakn, baru kali pertama Bupati Madiun mau datang ke Desa Kare untuk mendengarkan permasalahan perkebunan kopi Kandangan dan masalah kesejahteraan petani di Desa Kare.

"Usia saya 84. Baru sekali ini, Bupati Madiun datang ke Kandangan, menanggapi keluhan Masyarakat Kandangan," kata Sanjoyowiji.

Dia mengatakan, Pekebunan Kopi Kandangan di Kecamatan Kare merupakan lahan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Kare. Dahulu, ketika zaman Belanda Kebun Kopi Kandangan sangat maju, namun kini setelah Indonesia merdeka justru sebaliknya.

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved