Pilpres 2019

Yusril Ihza Mahendra Terang-terangan Beber Alasannya Tidak Bersama Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra terang-terangan membeberkan alasannya tidak bersama Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Yusril Ihza Mahendra Terang-terangan Beber Alasannya Tidak Bersama Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
Warta Kota/henry lopulalan
Yusril Ihza Mahendra (baju putih) di Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2016). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ketua Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra terang-terangan membeberkan alasannya tidak bersama Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Seperti diketahui, Yusril secara resmi menyatakan bersedia menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-KH Maruf Amin tanpa bayaran.

Yusril mengaku memiliki masalah komunikasi dengan Prabowo Subianto.

Baca: Prabowo Minta Maaf soal Tampang Boyolali, Kubu Lawan Beber Kebiasaan Kontroversi Lainnya

Baca: Rizieq Shihab Ditahan Lebih dari 24 Jam oleh Polisi Arab Saudi, Dipicu soal Bendera Hitam

Baca: Ini Tanggapan PDIP soal Vlog Prabowo Minta Maaf terkait Polemik Tampang Boyolali

Ia mengaku sulit berkomunikasi lewat telepon dengan Prabowo.

Bahkan, Rizieq Shihab sekalipun sulit berkomunikasi lewat telepon dengan Prabowo Subianto.

"Saat ini, Habib Rizieq pun tidak bisa menelepon Pak Prabowo, jadi memang agak susah dihubungi, bagaimana diharapkan jadi koalisi," ucap Yusril menanggapi hubungannya dengan Prabowo-Sandi, Rabu (7/11/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Yusril pun mengakui Sandiaga Uno memang pernah mengajaknya bicara untuk bergabung mendukung pasangan Prabowo-Sandi kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB).

Atas hal itu, Yusril mempertanyakan nasib partai pendukung Prabowo-Sandi termasuk strategi yang disiapkan agar partai-partai pendukung pasangan tersebut sukses di Pileg 2019.

Prabowo-Sandi, menurut Yusril, tidak punya jawaban pasti.

"Pak Sandi bilang, ya nanti akan bicarakan dengan Prabowo, tapi sampai hari ini tidak dijawab," imbuhnya.

Terakhir mengenai kesediaannya menjadi pengacara Jokowi-KH Maruf Amin, Yusril menegaskan tidak dalam konteks dukung mendukung.

PBB hingga hari ini masih netral, tak memihak ke salah satu kubu.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved