Berita Gresik

Sekitar 3.000 Orang Terjaring Operasi Zebra Polres Gresik, Lebih dari Separo Merupakan Pelajar

Dari 3.000 pelanggar lalu lintas tersebut, 50 persen didominasi oleh pelajar, 30 persen oleh pengendara mobil yang tidak pakai sabuk pengaman

Sekitar 3.000 Orang Terjaring Operasi Zebra Polres Gresik, Lebih dari Separo Merupakan Pelajar
surya/sugiyono
Tim gabungan memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara kendaraan di terminal angkutan Umum Bunder Gresik, Rabu (7/11/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Operasi Zebra Semeru 2018 yang digalar Polres Gresik selama 9 hari sudah menindak ribuan pelanggar lalu lintas. Paling banyak pelanggar lalu lintas yaitu para pelajar.

Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar sejak 30 Oktober sampai dengan 12 November 2018 ini difokuskan untuk menindak pelanggar lalu lintas. Sasarannya, tidak menggunakan helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara melebihi kecepatan, berkendara dalam pengaruh minuman keras atau alkohol.

Lainnya yaitu, pengendara di bawah umur, menggunakan telepon seluler saat berkendara dan berkendara melawan arus.

"Selama sembilan hari Operasi Zebra Semeru 2018 ini berhasil menindak pelanggar lalu lintas sebanyak 3.000 orang," kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto melalui KBO Lantas Ipda Khoirul Alam, Rabu (7/11/2018).

Dari 3.000 pelanggar lalu lintas tersebut, 50 persen didominasi oleh pelajar, 30 persen oleh pengendara mobil yang tidak pakai sabuk pengaman.

"Dua puluh persennya ini masyarakat umum yang tidak pakai helm SNI dan melawan arus," imbuhnya.

Oleh karena itu, jajaran Polres Gresik bersama tim gabungan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Kejaksaan, Pengadilan dan Polisi Militer (PM) untuk melakukan operasi lalu lintas sidang di tempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di terminal angkutan umum, sehingga semua pengguna kendaraan dapat diperiksa surat-surat kendaraan dan dilihat pelanggarannya.

"Operasi sidang di tempat ini untuk memudahkan pengendara kendaraan pelanggar yang melanggar lalu lintas dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan," kata Khoirul.

Oleh karena itu, para pengendara lalu lintas diharapkan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan. 

"Baik SNTK sudah bayar pajak, punya SIM dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas," imbuhnya.

Selama operasi lalu lintas sidang di tempat ratusan pengendara motor dan mobil terjaring operasi. Mereka langsung didata dan bisa melaksanakan sidang pelanggaran lalu lintas ditempat.

Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved