Lifestyle

Ingin Anak Tumbuh Bahagia? Peluk Anak 8 Kali Sehari dan Ortu harus Bahagia

Keterlibatan emosi itu di antaranya dengan memeluk anak minimal 8 kali dalam sehari.

Ingin Anak Tumbuh Bahagia? Peluk Anak 8 Kali Sehari dan Ortu harus Bahagia
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Suasana Nestle Lactogrow Grow Happy Parenting Workshop di Consulate, Rabu (7/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bisa tumbuh bahagia (grow happy). Untuk mendapatkan anak tumbuh bahagia, maka keterlibatan emosi dan kebahagiaan orangtua juga diperlukan.

Keterlibatan emosi itu di antaranya dengan memeluk anak minimal 8 kali dalam sehari.

Psikolog dari Jakarta, Elizabeth Santosa menuturkan, orangtua pasti mendukung anak yang tumbuh bahagia dan itu dilakukan dengan menghabiskan waktu bersama anak. Namun, meski sudah menyisihkan waktu, banyak orangtua yang belum bisa memaksimalkan keterlibatan dengan anak.

“Tantangan hidup modern seperti tingkat stres yang lebih tinggi dan interaksi intens dengan gadget, membuat keterlibatan emosi jadi tantangan bagi orangtua,” jelasnya, dalam Nestle Lactogrow Grow Happy Parenting Workshop di Consulate, Rabu (7/11/2018).

Selama ini, orangtua memang sering mengajak anak melakukan aktivitas bersama dan tampak senang. Namun itu belum tentu akan membuat anak bertumbuh bahagia.

Makanya, Elizabeth mengurai bahwa orangtua harus terfokus pada waktu kebersamaan, bukan pada aktivitas bersama.

Selain itu, tak ada distraksi dan eye to eye contact saat beraktivitas bersama anak. Tak hanya itu, dengan memberikan cinta dan perhatian dengan sentuhan pada anak, itu akan membuat anak mampu tumbuh bahagia.

“Salah satu caranya adalah dengan memeluk anak, paling tidak 8 kali dalam sehari. Dengan anak bahagia, maka peluang cerdas akan makin besar,” paparnya.

Tak hanya dengan keterlibatan emosi pada anak saja, sebelum menjadikan anak tumbuh bahagia, orangtua juga harus bahagia.

Kebahagiaan orangtua tak melulu dilihat dari tingkat kepuasan hidup saja, melainkan harus mengenal diri dan memahami sumber kebahagiaan dalam hidup, seperti positif afektif (tertawa, damai, pemenuhan diri) dan mengurangi negatif afektif (marah, sedih, curiga).

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved