Berita Malang Raya

Diduga Depresi Karena Masalah Keluarga, Seorang Pria di Malang Nekat Panjat Tower 72 Meter

Seorang pria di Kabupaten Malang nekat memanjat tower setinggi 72 meter. Diduga aksi nekat itu dia lakukan karena depresi.

Diduga Depresi Karena Masalah Keluarga, Seorang Pria di Malang Nekat Panjat Tower 72 Meter
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Seorang Pria yang diduga depresi memanjat tower BTS Telkom setinggi 72 meter di Jalan Leces, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (7/11/2018). Setelah dibujuk oleh tim SAR dan pihak Koramil dengan mendatangkan anggota keluarganya, dia akhirnya bisa diturunkan. 

SURYA.co.id | PAKISAJI - Seorang pria bikin geger warga Dusun Sonosari, Desa Kebonagung, kecamatan Pakisaji, kabuapten Malang. 

Rabu (7/11/2018) siang, dia nekat memanjat tower telekomunikasi yang tingginya mencapai 72 meter di desa setempat. 

Kades Kebonagung, Teguh Santoso menjelaskan, kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga pada pukul 8 pagi. 

"Karena khawatir akan bunuh diri, akhirnya warga tersebut melaporkan kepada kami," kata Teguh ditemui di lokasi kejadian.

"Kemudian kami laporkan kejadian ini kepada Polsek, Koramil dan PMI serta BPBD," kata Teguh.

Sekitar satu jam setelah laporan, PMI dan kekuatan SAR lainnya datang. Evakuasi pemanjat tower pun berlangsung hingga berita ini ditulis.

Empat survival memanjat tower dan membujuk agar laki-laki tersebut turun. Sekitar pukul 13.20, pria itu pun turun. 

Saat evakuasi, salah satu anggota PMI, Handoyo menjelaskan, setidaknya ada 40 anggota tim SAR gabungan yang melakukan pertolongan. Mereka menggunakan vertical rescue.

"Kami juga bawa jaring dan alat kesehatan untuk langsung evakuasi korban begitu turun," kata dia.

Belakangan, diketahui bahwa pria tersebut adalah Yosep Saikun alias Osep (35), warga dusun Cangkring, Desa Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang. 

Bidang Pemberitaan PMI Kabupaten Malang. Handoyo menjelaskan, laki-laki ini diduga mengalami depresi karena masalah keluarga.

"Kata survival yang memanjat tower untuk proses evakuasi, korban tidak mau turun jika bukan anak dan istrinya yang membujuk," kata Handoyo di lokasi kejadian.

Kanitreskrim Polsek Pakisaji, Ipda Budi menjelaskan, Yosep diduga depresi karena ditinggal oleh anak dan istrinya selama beberapa hari. 

"Jadi korban diduga merasa depresi. Tidak tahu persis apa masalahnya. Yang jelas ada masalah keluarga," tandas Budi. 

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved