Berita Bangkalan Madura

Suramadu Gratis, UTM Gagas Forum Investasi Madura, Anggaran Rp 420 Triliun untuk Infrastruktur

"Kami tengah menjajaki komunikasi untuk mewujudkan pembentukan Forum Investasi Madura. Semoga Bapak Presiden berkenan hadir."

Suramadu Gratis, UTM Gagas Forum Investasi Madura, Anggaran Rp 420 Triliun untuk Infrastruktur
SURYAOnline/ahmad faisol
Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif MSi saat membuka Kuliah Umum yang digelar Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Gedung Tektorat UTM, Selasa (6/11/2018). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggagas pembentukan Forum Investasi Madura (FIM) sebagai respons atas kebijakan pemerintah menggratiskan bea Jembatan Suramadu.

Hal itu disampaikan Rektor UTM Dr Drs EC Muh Syarif Msi saat membuka Kuliah Umum yang digelar Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Wila Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Gedung Tektorat UTM, Selasa (6/11/2018).

"Kami tengah menjajaki komunikasi untuk mewujudkan pembenukan Forum Investasi Madura. Semoga Bapak Presiden berkenan hadir," ungkap Muh Syarif.

Ia meminta para pemangku kebijakan di Jatim, Madura, dan para stakeholder tidak lagi terbuai dengan ueforia berkepajangan atas penggratisan Jembatan Suramadu oleh Presiden Joko Widodo.

"Karena sejak keberadaan Suramadu, belum ada dampak signifikan bagi Madura," harapnya.

Syarif menjelaskan, terdapat anggaran untuk pengembangan infrastruktur senilai sekitar Rp 420 triliun di tahun 2019.

"Dari anggaran itu, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di KKJSM (Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura)," jelasnya.

Seperti diketahui, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 bersama Malang dan Surabaya.

Pemerintah akan mengembangkan KKJSM di atas lahan seluas 600 hektare di Kecamatan Labang. KKJSM diproyeksikan sebagai pintu gerbang dan kawasan pusat pertumbuhan Pulau Madura.

Di dalamnya akan dikembangkan kawasan industri dan pergudangan seluas 320 hektare, pariwisata seluas 21 hektare, Central Business District (CBD) seluas 52,6 hektare, dan pemukiman seluas 115,4 hektare, dan fasilitaa umum (rest area) seluas 67,7 hektare.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved