Berita Gresik

Rombongan Elf yang Celaka di Tol Surabaya-Mojokerto Itu Berasal dari Kediri, Hendak Takziah

Rombongan berangkat dari Kediri pukul 05.00 wib, dan di Tol Sumo km 726. 400 jalur arah Surabaya, ban belakang kanan meletus.

Rombongan Elf yang Celaka di Tol Surabaya-Mojokerto Itu Berasal dari Kediri, Hendak Takziah
surya/sugiyono
Kondisi Elf yang terguling di Tol Surabaya-Mojokerro, Watestanjung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa (6/11/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Penumpang Isuzu Elf yang terlibat kecelakaan di Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo) Gresik, Desa Watestanjung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa (6/11/2018), hendak takziah ke saudaranya di Sidomulyo, Surabaya.

Beruntung, tak ada korban jiwa meski Elf sempat terguling beberapa kali di jalan tol.

Mobil Elf nopol AG 7186 V itu dikemudikan Istiarsa Putra, warga Jl Sempol Ngronggo Kediri, membawa penumpang 13 orang.

Rombongan berangkat dari Kediri pukul 05.00 wib, dan sekitar pukul 09.00 wib di Tol Sumo km 726. 400 jalur arah Surabaya, ban belakang kanan meletus.

Baca: Cerita Penumpang Elf yang Celaka di Tol Surabaya-Mojokerto: Hanya Bisa Pasrah saat Mobil Terguling

Baca: Hendak Transfer ke Sang Adik, Warga Tulungagung Malah Kehilangan Rp 15 Juta, Begini Kronologisnya

Setelah terguling beberapa kali hingga Elf terbalik, para penumpang hanya pasrah.

"Saya hanya pasrah, antara hidup dan mati," kata Yayuk Dwiningsih (41), seorang penumpang dari elf, Selasa (6/11/2018).

Kondisi Elf yang terguling di Tol Surabaya-Mojokerro, Watestanjung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa (6/11/2018).
Kondisi Elf yang terguling di Tol Surabaya-Mojokerro, Watestanjung, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Selasa (6/11/2018). (surya/sugiyono)

Tiga belas penumpang yaitu Suroso (53), warga Ngronggo Kediri, Rianto, Gilang, Srirahayu, Istiani, Sukarmi, Dendra, Srikuswati, Ajeng, Wianto, Khoirul Aniyah, Yayuk Dwiningsih (41) dan Harilaksana.
Semuanya rombongan dari Desa Ngronggo Kediri.

Akibat kecelakaan tersebut, beberapa penumpang mengalami luka di bagian kepala, sehingga harus dijahit sebanyak 8 kali jahitan.

"Ini tadi baju penuh darah. Kepala dijahit delapan jahitan," kata Suroso.

Suroso baru tahu ban Elf yang dikendarai rombongan itu sudah tipis, sehingga laju ke kendaraan tidak bisa kencang.

"Kendaraan melaju 60-70 km/jam. Saya juga meminta sopir untuk pelan-pelan. Baru tahu ban tipis saat melihat setelah ban meletus," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved