Grahadi

Beranda Grahadi

Hadirkan Bakso Bakar dan Rujak Limpung sebagai Strategi Layanan Jemput Bola

Kantor Bersama Samsat Karangploso dan Kantor Bersama Samsat Kota Batu menghadirkan Bakso Bakar dan Rujak Limpung.

Hadirkan Bakso Bakar dan Rujak Limpung sebagai Strategi Layanan Jemput Bola
SURYAOnline/aflahul abidin
‘BAKSO BAKAR’ - Petugas UPT Pengelola Pendapatan Daerah (PPD) Malang Utara dan Batu mengecek sepeda motor untuk layanan pajak Bakso Bakar yang dipakai untuk melayani para pembayaran pajak dengan jemput bola. 

SURYA.co.id | MALANG - Kantor Bersama Samsat Karangploso dan Kantor Bersama Samsat Kota Batu menghadirkan Bakso Bakar dan Rujak Limpung. Ini bukan soal kuliner. Tapi soal layanan penunjang strategi jemput bola kepada para wajib pajak kendaraan bermotor.

Bakso Bakar merupakan akronim dari Bayar Pajak Turut Deso Bagian Karangpolso. Meski daerah yang disebut hanya Karangploso, layanan ini juga diberlakukan untuk wilayah Kantor Bersama Samsat Kota Batu. Sementara kepanjangan Rujak Limpung adalah Seruan Bayar Pajak Keliling Kampung.

Kanit Regident Polres Malang Iptu Yudhi Anugrah Putra menjelaskan, layanan Bokso Bakar mirip dengan Samsat On The Spot (SOS). Bedanya, Bakso Bakar menggunakan sepeda motor sebagai sarana menuju lokasi permintaan. Dengan sepeda motor, layanan diharapkan dapat menjangkau daerah-daerah yang tak mudah dilewati mobil.

“Kita sudah sosialisasikan ke kepala desa, RT, juga RW,” kata Yudhi, saat ditemui di Kantor Bersama Samsat Karangploso.

Layanan ini sudah diluncurkan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas 22 Semptember 2018 lalu.

Motor yang dipakai untuk layanan Bakso Bakar dimodifikasi agar bisa mengangkut keperluan cetak bukti pembayaran pajak. Bagian belakang motor dilengkapi box bagasi untuk tempat printer. Sambungan listriknya dihubungkan dengan accu sepada motor. Sementara di bagian samping-belakang sepeda motor tersedia tempat untuk menaruh laptop.

Yudhi menambahkan, layanan Bakso Bakar akan melengkapi SOS yang hadir lebih dulu. Untuk sementara, baru ada satu motor yang difungsikan untuk layanan tersebut.

Sementara Rujak Limpung merupakan layanan seruan. Petugas berkeliling menaiki motor berkeliling ke desa-desa untuk memberitahukan bahwa layanan SOS dan Bakso Bakar di suatu tempat akan dibuka. Petugas berkeliling mulai tiga hari di desa sekitar lokasi layanan dibuka.

Selain berkeliling, petugas juga datang ke rumah-rumah wajib pajak. Tak sembarangan, wajib pajak yang didatangi adalah mereka yang batas waktu pembayaran pajaknya mepet.

“Ini woro-woro agar warga sekitar tempat SOS dan Bakso Bakar tahu bahwa akan ada layanan pembayaran pajak di dekat situ,” kata Kanit Regident Polres Batu Lulus Sugiarto.

Ia berharap, Rujak Lipung dapat menjangkau lebih banyak orang untuk datang memanfaatkan SOS dan Bakso Bakar.

Sehingga, dua layanan unggulan ini tak hanya dimanfaatkan oleh karwayan atau pekerja pihak pemohon, tapi juga warga sekitar.

Teknologi juga dipakai sebagai sarana sosialisasi. Dua kantor bersama samsat itu menggunakan layanan perpesanan Whatsapp (WA) untuk menyebarkan berbagai macam informasi kepada wajib pajak kendaraan bermotor. (fla/iit/fai)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved