Pilpres 2019

Dibujuk Sejak September, Kini Yusril Jadi Lawyer Pro Bono Jokowi-KH Maruf. Ternyata Ini Tujuannya

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi‑KH Maruf Amin.

Dibujuk Sejak September, Kini Yusril Jadi Lawyer Pro Bono Jokowi-KH Maruf. Ternyata Ini Tujuannya
surya/m taufik
Yusril Ihza Mahendra. 

SURYA.co.id | JAKARTA ‑ Ketua Umum Partai Bulan Bintang ( PBB) Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi pengacara pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi‑KH Maruf Amin.

Yusril memberikan jasanya secara cuma‑cuma alias prodeo.

"Saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer‑nya kedua beliau itu. Pak Erick mengatakan, bahwa jadi lawyer Pak Jokowi dan Kiai Maruf ini prodeo alias gratis tanpa bayaran apa‑apa. Saya bilang saya setuju saja," ujar Yusril dalam pesan singkatnya, Selasa (6/11/2018).

Baca: Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Maruf Amin, PBB Jatim: Tim Prabowo-Sandi Kalah Cepat

Baca: Gagal Ajak Yusril, Kubu Prabowo-Sandi Dikabarkan Gandeng Hotman Paris Hutapea

Baca: Yusril Jadi Kuasa Hukum Jokowi-KH Maruf Amin, Jubir HTI Ismail Yusanto : Masih Sejalan dengan HTI

Baca: Kubu Prabowo-Sandi Sempat Dekati Yusril, tapi Akhirnya gagal. Ini Penjelasan Dahnil Anzar

Saat Pilpres 2014, Yusril menjadi kuasa hukum Prabowo Subianto, yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Yusril juga tidak meminta bayaran. Ia pun menyatakan menjadi lawyer Jokowi‑KH Maruf Amin sebagai seorang profesional.

Meski siap membela Jokowi‑KH Maruf Amin, Yusril memastikan tidak masuk timses.

"Mudah‑mudahan saya bisa menyumbangkan sesuatu agar pilpres dan pemilu serentak kali ini berjalan fair, jujur, dan adil, dan semua pihak mentaati aturan‑aturan hukum yang berlaku. Saya pernah menangani perkara partai politik, termasuk Golkar, dan saya benar‑benar bekerja profesional," kata mantan menkumham ini.

Menurut Yusril, hukum harus ditegakkan secara adil bagi siapa pun tanpa kecuali.

Menjadi pengacara, kata Yusril, haruslah memberikan masukan dan pertimbangan hukum yang benar kepada klien agar klien tidak salah dalam melangkah, serta melakukan pembelaan jika ada hak‑haknya yang dilanggar pihak lain.

"Menjadi lawyer bukan berarti harus membenarkan yang salah dan atau menyalahkan yang benar. Pemihakan saya adalah pada hukum dan keadilan," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved