Berita Kampus UB

Pemuda Aktif di OKP Dapat Beasiswa S2 Kemenpora, 4 Semester harus Lulus jika Tak Ingin Sanksi

Pemuda yang aktif organisasi kepemudaan (OKP) mendapat beasiswa belajar di jenjang S2 (master).

Pemuda Aktif di OKP Dapat Beasiswa S2 Kemenpora, 4 Semester harus Lulus jika Tak Ingin Sanksi
SURYA.co.id/Sylvianita widyawati
Menpora Dr (HC) Imam Nahrawi SAg MKP menghadiri Dialog Kebangsaan di Kampus UB Kota Malang, Senin (5/11/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Pemuda yang aktif organisasi kepemudaan (OKP) mendapat beasiswa belajar di jenjang S2 (master). Kemenpora telah menyiapkan 15 perguruan tinggi di Indonesia menjadi tempat kuliah bagi mereka. 

Hal itu diungkap Menteri Pemuda dan Olahraga Dr (HC) Imam Nahrawi SAg MKP dalam dalam acara Dialog Kebangsaan di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (5/11/2018).

"Perguruan tinggi di Malang masih dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk S2 Kemenpora. UB belum," ujar  Imam Nahrawi.

 S2 harus diselesaikan selama empat semester. Jika tidak, mereka harus mengembalikan beasiswanya.

Dikatakan dia, dari sisi eksekutif, butuh penelitian-penelitian yang bisa dikembangkan oleh pemerintah sebagai kebijakan. Baik problem di bidang olahraga dan kepemudaan.

Sedang Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS membenarkan jika UB belum ada program beasiswa S2 Kemenpora. "Belum ada. Ya nanti tinggal didatangi saja atau di WA Pak Menporanya," jawab Nuhfil terpisah.

Menurut Nuhfil dirinya  memiliki kedekatan dengan Imam Nahrawi jauh sebelum jadi menteri.

"UB baru saja dapat beasiswa lagi untuk 60 mahasiswa dari Tanoto Foundation," jelas Nuhfil. Yayasan itu adalah sebuah lembaga filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto yang fokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

Sementara itu, Nahrawi mengaku meski sudah punya gelar Dr (HC), kini dia sedang kuliah lagi S3 di Universitas Padjajaran Bandung.

Nahrawi meneruskan penelitiannya tesisnya saat di S2 terkait kebijakan dirinya tentang pembekuan PSSI.

"Di satu sisi itu kebijakan saya. Namun saya teliti dengan ilmu dari dosen," ungkapnya.

Dari penelitian itu ada temuan yang harus ditindaklanjuti dengan regulasi baru. Sehingga akan ada rancangan permen. Meski meneliti keputusannya soal PSSI, namun sebagai peneliti/mahasiswa S3, ia berusaha objektif dan independen.

"Karena itu saya sangat senang sekali ke kampus. Bagi saya, kampus itu kawah candradimuka baik bagi dunia dan Indonesia," katanya. Info-info terbaru dari kampus sangat disukainya. Di UB ia juga mengangkat kesuksesan Asean Games di Indonesia yang merupakan tanggungjawab bersama.

Kesuksesan itu menjadi penyemangat agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah event lain seperti olimpiade mendatang. Ia ingin agar pencak silat Indonesia bisa berlaga di olimpiade. Berkat sukses Asean Games, gelarnya SAg sering diplesetkan sarjana asean games.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved