Rumah Politik Jatim

Tokoh PKB Fandi Utomo Beri Solusi Atas Masalah Pendidikan di Surabaya

Kondisi Surabaya yang serba menggunakan teknologi dan meraih banyak penghargaan, kualitas anak didik di jenjang SD dan SMP masih menyisakan masalah.

Tokoh PKB Fandi Utomo Beri Solusi Atas Masalah Pendidikan di Surabaya
Surabaya.Tribunnews.com/Fatimatuz Zahro
Fandi Utomo (tengah) saat berdiskusi di kantor harian Surya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gerakan turun ke masyarakat dilakukan betul oleh Caleg DPR RI dari PKB, Fandi Utomo.

Pria yang juga tengah gesit dikenal sebagai calon wali kota Surabaya ini menyebutkan, ada masalah penting yang harus diatasi di Kota Pahlawan.

Tepatnya yaitu tekait masalah pendidikan. Menurut fandi Utomo, dengan kondisi Surabaya yang serba menggunakan teknologi dan meraih banyak penghargaan, kualitas anak didik di jenjang SD dan SMP masih menyisakan masalah.

"Lulusan SMP kita belum teratas. Juga dengan lulusan SMA/SMK, kita di Surabaya lulusannya belum ranking pertama. Mengapa dengan anggaran besar lebih dari Rp 8 trilliun tapi lulusan pelajarnya belum unggul dibandingkan daerah yang hitungan anggarannnya lebih rendah bahkan juga dengan daerah pesisir Jawa Timur," kata Fandi Utomo pada Surya.co.id, Minggu (3/11/2018).

Masalah ini, menurut Fandi Utomo, juga menjadi masalah yang banyak menjadi konsen banyak pihak selama ia turun bertemu masayarakat. Terutama dari kalangam pemuda dan kalangan masyarakat kebanyakan.

Oleh sebab itu menurut politisi satu ini, meningkatkan kualitas anak didik tidak bisa dilakukan hanya dari sekolah saja. Melainman harus juga dibentuk suasana lingkungan belajar dimana saja. Terutama di lingkungan anak-anak biasa bermain.

Untuk bisa mewujudkan peningkatan kualitas anak didik Surabaya, Fandi Utomo mengaku sudah menyiapkan program. Yang ia namai sebagai program Manarul Ilmi atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai tempatnya orang belajar.

"Di Surabaya harus digalakkan program Manarul Ilmi, setiap rumah, seluruh fasilitas umum termasuk musala dan masjid menjadi tempat belajar," ucap Fandi Utomo.

Menurutnya, Pemerintah Kota Surabaya bisa mengembangkan program ini untuk membentuk suasana belajar di lingkungan terdekat. Tentu menghadirkan suasana belajar ini selain yang sudah dikembangkan di sekolah.

Yaitu dengan menjadikan fasilitas publik di lingkungan sekitar masyarakat agar lebih mudah mengakses lembaga-lembaga pendidikan lain di luar sekolah seperti masjid, mushola atau bahkan balai RW menjadi Manarul Ilmi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved