Pesawat Lion Air Jatuh

7 Kisah Syachrul Anto Sebelum Gugur, di Antaranya Sering Ikut Misi Kemanusian

Syachrul Anto (48), penyelam yang gugur saat bertugas membantu pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawan

7 Kisah Syachrul Anto Sebelum Gugur, di Antaranya Sering Ikut Misi Kemanusian
surya/istimewa/facebook
Syachrul Anto (48), penyelam anggota dari Indonesia Diving Rescue Team yang meninggal saat operasi SAR Lion Air PK-LQP rute penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018). 

SURYA.co.id | SOLO - Syachrul Anto (48), penyelam yang gugur saat bertugas membantu pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang.

Jenazah anggota Diver Rescue Syachrul Anto tiba di rumah duka Jalan Bendul Merisi Gang VIII no 41 Surabaya, Sabtu (3/11/2018).

Baca: Allah Cinta Padamu Pahlawanku. Tunggu aku di JannahNya Ucapan Perpisahan Istri Syachrul Anto

Baca: Tampang Boyolali Prabowo Viral, Sutopo Pasang Foto Bareng KSAD Jenderal Mulyono Asal Boyolali

Syachrul Anto gugur dalam tugas penyelamatan evakuasi Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018).

Syachrul Anto memiliki jasa besar dalam misi kemanusian.

Berikut kisah Syachrul Anto dalam misi kemanusian.

1. Pinjam Alat Selam ke Teman

Seorang teman almarhum bernama Yosep Safrudin membagikan ceritanya tentang sosok Syachrul Anto.

Ia bercerita bahwa Syachrul Anto sempat meminjam alat selam miliknya.

Alat selam ini kemudian digunakan Syachrul Anto untuk membantu mencari korban dan puing pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang.

2. Pulang dari Palu
Sebelum ikut membantu dalam evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP, Syahcrul ternyata baru pulang dari Palu.

Baru seminggu lalu, ia pulang dari Palu.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved