Berita Ekonomi Bisnis

Sikap Mitra Produksi atas Rencana Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok  

"Kalau naik pun kenaikannya jangan melebihi tahun 2018 yaitu 5-10 persen. Karena rumornya naik 10-16 persen walaupun belum pasti," ucap Joko.

Sikap Mitra Produksi atas Rencana Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok   
foto: istimewa
 Ketua paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Joko Wahyudi 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Ketua paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI), Joko Wahyudi menilai rencana pemerintah untuk menaikkan tarif pita cukai rokok sangat merugikan industri rokok di Indonesia.

Menurut Joko hal tersebut akan berdampak pada menurunnya produksi rokok termasuk rokok sigaret yang akan berdampak pada penurunan jumlah pegawai.

"Kalau naik pun kenaikannya jangan melebihi tahun 2018 yaitu 5-10 persen. Karena rumornya naik 10-16 persen walaupun belum pasti," ucap Joko, Kamis (1/11/2018).

Menurut Joko, seharusnya pemerintah melihat kemampuan industri rokok menjual produknya.

"Karena harga produk itu pada saat ini sudah tinggi bagi konsumen kalau kemudian ini dinaikkan sesuai dengan kebutuhan pemerintah itu sangat sulit dijual. Karena kami yang tahu pangsa pasarnya seperti apa," lanjutnya.

Ia melanjutkan, pada tahun 2017 saja pemerintah sudah mendapatkan pemasukan hampir Rp 200 triliun dari industri rokok mulai dari dari pendapatan cukai dan beban pajaknya.

"Saya kira pemerintah sudah mendapatkan kontribusi dari industri yang cukup apalagi kalau nanti ternyata kita bisa meningkatkan omset, tentu akan lebih besar lagi," lanjutnya.

Namun, menurut Joko, jika harga cukai rokok dinaikkan karena pemerintah merasa pemasukannya kurang, hal tersebut justru akan menjadi bumerang.

"Target penjualan kita tidak tercapai karena harga produk rokok ikut naik, produksi kita menurun yang akhirnya justru akan terjadi PHK masal," kata Joko.

Untuk itu Joko mengatakan agar pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok. (sofyan arif candra sakti)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved