Grahadi

Beranda Grahadi

Pakde Karwo Apresiasi Kegiatan Cangkrukan Kapolda Jatim

Pakde Karwo mengatakan, acara cangkrukan ini menjadi salah satu upaya yang tepat guna menyelesaikan dan mengantisipasi berbagai persoalan di Jatim

Pakde Karwo Apresiasi Kegiatan Cangkrukan Kapolda Jatim
Ist/ Humas Pemprov Jatim
Pakde Karwo saat menghadiri cangkrukan di rumah dinas Kapolda Jatim, Jl. Bengawan Surabaya, Kamis (1/11/2018) malam 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo (Pakde Karwo) mengapresiasi kegiatan cangkrukan yang diinisiasi Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Menurut Pakde Karwo, kegiatan yang mengundang segenap unsur forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan iklim yang kondusif di Jatim.

“Saya berterima kasih, cangkrukan ini adalah salah satu bentuk kesalehan sosial, di sini kita bersilaturahmi, saling mengenal dan membahas solusi terhadap permasalahan di Jatim," kata Pakde Karwo saat menghadiri cangkrukan di rumah dinas Kapolda Jatim, Jl. Bengawan Surabaya, Kamis (1/11/2018) malam.

Pakde Karwo mengatakan, acara cangkrukan ini juga menjadi salah satu upaya yang tepat guna menyelesaikan dan mengantisipasi berbagai persoalan di Jatim. Di mana salah satunya adalah potensi terjadinya aksi pengerahan massa yang protes terhadap insiden perobekan bendera di Garut, Jawa Barat baru-baru ini.

“Karena itu, melalui forum ini, kami mengajak pimpinan ormas Islam di Jatim untuk tetap rukun dan bersama-sama Polri dan TNI menjaga suasana agar tetap aman. Sudahlah, masalah yang ada di Garut jangan sampai dibawa ke Jawa Timur. Kondisi aman dan damai yang ada ini harus dijaga bersama," tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan di Jatim, lanjut gubernur kelahiran Madiun ini, karena Jatim merupakan center of gravity dan menjadi pusat logistik dan konektivitas perdagangan nasional, khususnya di Indonesia Timur. Sehingga, bila stabilitas keamanan Jatim terganggu, maka perekonomian Indonesia bagian timur akan ikut berdampak.

Senada dengan Pakde Karwo, Pangdam V/Brawiaya, Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, cangkrukan ini merupakan salah satu bukti guyub dan rukunnya Jawa Timur.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat strategis untuk menjaga provinsi ini tetap aman, tertib dan lancar. Kekompakan antara pemimpin di Jatim juga telah dirasakannya sendiri dalam berbagai peristiwa.

“Mulai dari teror bom gereja di bulan Mei yang mampu diselesaikan dengan baik. Pun demikian saat terjadi bencana gempa di Lombok, Palu dan tragedi pesawat Lion Air, Jatim juga kompak dan mengirimkan bantuan” katanya.

Pangdam Arif Rahman juga berpesan kepada seluruh ulama dan ormas Islam di Jatim untuk tidak terpengaruh insiden di Garut, Jawa Barat.

“Mudah-mudahan Bangsa Indonesia ini diberikan kekuatan dalam menjalani ujian. Ulama dan Ormas Islam bersama pemerintah dan TNI Polri juga bisa tetap bersinergi dengan baik," lanjutnya.

Sementara dalam sambutannya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dengan mengundang Pakde Karwo, Pangdam V/Brawijaya, serta pimpinan ormas Islam, diharapkan bisa meredam potensi merembetnya efek insiden di Garut, Jabar.

“Mari kita tingkatkan sinergitas, agar provinsi ini tetap aman, nyaman, dan kondusif” katanya.

Kapolda Luki juga berkomitmen akan terus mempererat silaturahminya dengan para ulama di Jatim. Jenderal polisi bintang dua tersebut siap untuk berkeliling ke pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved