Berita Ekonomi Bisnis

Dukung Pengembangan dan Promosi Produk Unggulan, IJB-Net Resmi Buka Perwakilan di Jatim

Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net), organisasi yang didukung diaspora Indonesia di Jepang, meresmikan DPD Jatim.

Dukung Pengembangan dan Promosi Produk Unggulan, IJB-Net Resmi Buka Perwakilan di Jatim
surya.co.id/arie noer
Ketua Umum IJB-Net, Dr. Suyoto Rais saat mempresentasikan tentang IJB-Net untuk membantu pengembangan dan promosi produk-produk unggulan Jatim, Jumat (2/11/2018). 

SURYA.co.id |SURABAYA -  Indonesia-Japan Business Network (IJB-Net), organisasi yang didukung diaspora Indonesia di Jepang, meresmikan DPD Jatim untuk membantu pengembangan dan promosi produk-produk unggulan Jatim.

Ketua Umum IJB-Net, Dr. Suyoto Rais mengatakan, dari Jepang, utamanya akan mempromosikan teknologi aplikatif yang diperlukan di Indonesia untuk mengembangkan industri dalam negeri.

"Sementara dari Indonesia, utamanya akan mempromosikan SDA dan SDM yang telah diberi nilai tambah agar bisa diterima di pasar Jepang," ujarnya saat acara peresmian di Empire Palace Surabaya, Jumat (2/11/2018).

Dia menambahkan, usai peresmian itu akan direncanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara IJB-Net dengan Pemda Jatim.

"IJB-Net telah menyiapkan beberapa usulan proyek atau aktivitas hasil kolaborasi Indonesia-Jepang yang bisa segera diaplikasikan di Jatim untuk membantu meningkatkan ekonomi IKM, UKM, dan masyarakat lainnya," tambahnya.

Ada tiga besar yang nantinya akan dikerjasamakan diantaranya pengembangan SDM yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing industri.

Kemudian, pengembangan dan promosi produk-produl unggulan Jatim. Serta, pengembangan wilayah dan energi.

"Dari ketiga tema besar ini, akan dikerucutkan menjadi proyek-proyek yang digodok sebelumnya di working group yang melibatkan para pakar dan praktisi di kedua negara," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua IJB-Net DPD Jatim, Ridwan Sumadi menambahkan, di Jatim sudah disiapkan beberapa program untuk membantu dan mengakomodir.

Di antaranya pelatihan ekspor, budidaya sidat, krisan dan komoditas lain yang diperlukan Jepang.

"Selain itu juga, program adopsi teknologi untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk Indonesia, termasuk bantuan promosi dengan mendirikan Rumah Jatim di Jepang dan portal ekspor," imbuhnya.

Penulis: Arie Noer
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved