Berita Banyuwangi

Terapkan IPK Tinggi, Peserta yang Gagal CPNS Banyuwangi Diakomodir Menjadi THL

Pemkab Banyuwangi menerapkan standart IPK minimal 3.0. Meski telah menerapkan standar yang tinggi, ternyata banyak peminat CPNS di Banyuwangi.

Terapkan IPK Tinggi, Peserta yang Gagal CPNS Banyuwangi Diakomodir Menjadi THL
SURYA.co.id/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat meninjau pelaksanaan CPNS 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerapkan standar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bahkan standar IPK tersebut merupakan yang tertinggi di Jawa Timur.

Karena itu, bagi peserta yang gagal CPNS di Banyuwangi, akan diakomodir menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

"Peserta CPNS yang lolos tes administrasi di Banyuwangi, memiliki IPK yang tinggi. Karena itu, kami akan mendata bagi mereka yang gagal menjadi CPNS, diakomodir menjadi THL," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kamis (1/11/2018).

Seleksi CPNS kini telah memasuki tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Dari total 5.122 pelamar, sebanyak 3.279 pelamar yang lolos seleksi.

Pemkab Banyuwangi menerapkan standart IPK minimal 3.0. Meski telah menerapkan standar yang tinggi, ternyata banyak peminat CPNS di Banyuwangi.

"Kami membutuhkan banyak THL di kecamatan-kecamatan. Bagi mereka yang gagal di CPNS, bisa di THL," kata Anas.

Selama pelaksanaan seleksi, Anas meminta peserta maupun keluarga CPNS tidak percaya dalam bentuk apapun pada pihak-pihak yang mengaku bisa membantu menerima CPNS.

"Saat ini seluruh pelaksanaan telah dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Sekarang tes bisa langsung dilihat nilainya berapa. Jadi jangan percaya pada pihak manapun yang mengatasnamakan bupati, atau lainnya yang mengaku bisa meloloskan CPNS," kata Anas.

Saat ini sistem seleksi CPNS menggunakan Computer Assisted Tes (CAT). Semua proses berdasarkan online yang bisa diakses. Hasil penilaian juga terpampang secara real time di layar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi, yang menjadi lokasi tes CPNS.

Dengan demikian pihak keluarga yang mendampingi bisa melihat langsung berapa nilai peserta CPNS.

Purjianto, Kepala TU Kantor Regional II Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Surabaya, mengatakan, Banyuwangi merupakan daerah yang menerapkan standar IPK tertinggi di Jatim.

"Penerapan standar IPK tergantung dari permintaan daerah masing-masing. Standar yang diterapkan Banyuwangi itu tertinggi di Jatim," kata Purjianto.

Selain itu, menurut Purjianto, pelaksanaan di Banyuwangi tidak ada kendala yang berarti. Peralatan yang digunakan juga telah memenuhi standar.

"Yang terpenting semua peralatan milik Pemkab sendiri, tidak pinjam seperti beberapa daerah lainnya," tambah Purijanto.

Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved