Lapor Cak

Polres Malang Kota: Kemacetan di Kawasan Jl Soekarno - Hatta karena Volume Kendaraan

KBO Satlantas Polres Malang Kota Iptu Endiex Purwanto menjelaskan, upaya rekayasa lalu lintas selama ini memang berjalan baik

Polres Malang Kota: Kemacetan di Kawasan Jl Soekarno - Hatta karena Volume Kendaraan
surya.co.id/benni indo
KBO Satlantas Polres Malang Kota Iptu Endiex Purwanto 

SURYA.co.id | MLANAG - KBO Satlantas Polres Malang Kota Iptu Endiex Purwanto menjelaskan, upaya rekayasa lalu lintas selama ini memang berjalan baik. Sejumlah titik kemacetan bisa terurai. Menurutnya, kemacetan yang kerap terjadi di Kota Malang saat ini disebabkan perbandingan jalan dan volum kendaraan.

“Untuk kemacetan yang di wilayah Suhat, volume kendaraan sangat luar biasa,” katanya.

Oleh sebab itu, polisi mengatur sejumlah rekayasa di beberapa titik. Bundaran tugu pesawat yang dulu menjadi tempat persimpangan jalur kendaraan kini ditutup. Alhasil, hanya kendaraan dari tiga jalur saja yang bisa melintas.

“Kalau yang di sebelah, bundaran Tugu Pesawat, itu memang karena di sana crosing. Sehingga untuk  mengurangi crosing maka ditutup,” katanya.

Dijelaskan Endiex, indikasi berkurangnya kemacetan itu terlihat dari panjangnya emacetan di jam-jam sibuk. Saat ini, panjang kemacetan tidak terlalu panjang dari beberapa waktu sebelumnya.

“Ya sekarang memang kemacetannya berkurang. Yang disuhat itu dulu sekitar 300 meter. Kini memendek jadi 100 meter,”ungkapnya.

Sementara antrian di Jl Soekarno-Hatta yang menuju Jl Borobudur sering mengalami kemacetan sepanjang 100 meter. Kata Endiex kini mulai berkurang menjadi 25 meter.

 Sementara di kawasan Jl Bandung, Endiex hanya menegaskan agar para pengendara, khususnya orangtua siswa-siswi MTsN dan MIN lebih menghormati pengguna jalan lain. Mereka dianjurkan untuk tidak memarkir mobil di badan jalan.

“Sebetulnya perlu beretika dengan pengguna jalan yang lain. Jalan itu kan bukan miliknya sendiri, tapi milik kita semua. Saya berharap bisa mengerti,” anjurnya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved