Jaksa KPK Putar Rekaman Idrus Marham Diduga Minta 2,5 juta Dollar AS untuk Jadi Ketum Golkar

Sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (1/11/2018), memutar rekaman Idrus Marham diduga minta uang 2,5 juta dollar Amerika Serikat.

Jaksa KPK Putar Rekaman Idrus Marham Diduga Minta 2,5 juta Dollar AS untuk Jadi Ketum Golkar
nuraini faiq
Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di Surabaya, 25 Mei 2016. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (1/11/2018), memutar rekaman Idrus Marham diduga minta uang 2,5 juta dollar Amerika Serikat. 

Dalam persidangan itu, jaksa memutar rekaman percakapan antara Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dengan mantan menteri Sosial, Idrus Marham.

Baca: Jelang Aksi Bela Tauhid 211, Abdul Kadir Karding : Jangan Terpancing karena Tauhid Adanya di Hati

Baca: Cawapres Sandiaga Uno Kenalkan Cucu Pendiri NU sebagai Juru Bicara Prabowo-Sandi

Baca: Jelang Aksi Bela Tauhid 211, Abdul Kadir Karding : Jangan Terpancing karena Tauhid Adanya di Hati

Rekaman tersebut mengungkap, Idrus Marham yang juga mantan pelaksana tugas ketua umum Partai Golkar diduga meminta uang 2,5 juta dollar Amerika Serikat kepada Johannes Budisutrisno Kotjo.

Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.

Permintaan itu diduga untuk keperluan Idrus menjadi ketua umum (ketum) Partai Golkar.

Di persidangan tersebut, Idrus marham bersaksi untuk terdakwa Johannes Kotjo.

Eni merupakan anggota Fraksi Partai Golkar.

Dalam percakapan tersebut, Eni dan Idrus membicarakan permintaan uang kepada Johannes Kotjo.

Johannes Kotjo merupakan pengusaha yang akan mengerjakan proyek PLTU Riau 1.

Berikut petikan percakapan Eni dan Idrus:

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved