Berita Tulungagung

Ada Pasangan yang Diduga Pakai Dokumen Palsu, Satpol PP Tulungagung Panggil Pemilik Kos

Saat sampai di Kantor Satpol PP baru ketahuan, foto kopi KTP yang diberikan diduga palsu.

Ada Pasangan yang Diduga Pakai Dokumen Palsu, Satpol PP Tulungagung Panggil Pemilik Kos
istimewa
Dua KTP dengan alamat sama, tapi dikeluarkan dua Pemda yang berbeda 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Temuan dugaan pasangan yang menggunakan KTP palsu di salah satu rumah kos di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, kembali mencuat. Pasangan berinisial SH (49) dan STS (29) ini sama-sama beralamat di Perum Bukit Permai Mojoroto B-12A, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto.

Namun kejanggalan terlihat pada kop KTP pasangan ini. Pada KTP pihak perempuan tertulis Kota Kediri, sedangkan pihak laki-laki kop KTP tertulis Kabupaten Kediri.

“Bagaimana mungkin alamatnya sama, pejabat yang tanda tangan sama, pemerintah daerah yang mengeluarkan berbeda?” ucap Kasi Informasi Publik Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya P.

Satpol PP kemudian memanggil pemilik rumah kos tersebut, Supriyanto (68). Supriyanto mengatakan, dirinya juga terkejut dengan temuan Satpol PP.

Pihaknya juga kurang teliti saat melihat foto kopi KTP yang diserahkan pasangan ini.

“Dulu yang menerima (foto kopi KTP) adalah karyawan saya. Saya juga tidak teliti karena hanya melihat alamatnya sama,” ucap Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, pihaknya sudah meminta KTP asli beserta kartu keluarga kepada pasangan ini.

Jika sampai Hari Jumat (2/10/2018) SH dan STS tidak mau menunjukkan dokumen asli, maka Supriyanto meminta keduanya keluar dari rumah kos miliknya.

“Saya tidak mau dirugikan rumah kos saya dicap sebagai tempat mesum,” tegas Supriyanto.

Pasangan SH dan STS ini sempat juga mengundang petugas kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

Dari pengakuannya kepada Supriyanto, SH adalah pengacara sedangkan STS karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi.

Baca: Pemilik Kos Tempat Pasangan Mesum di Tulungagung Mengaku Ditipu

Kedua pasangan ini diketahui saat razia Satpol PP pada Kamis (25/10/2018) malam.

SH sempat ngotot dan mempertanyakan surat tugas Satpol PP yang menggerebeknya.

Dia bersikukuh surat perintah Satpol PP hanya mengecek perizinan rumah kos. Satpol PP kemudian meminta foto kopi identitas keduanya.

Saat sampai di Kantor Satpol PP baru ketahuan, foto kopi KTP yang diberikan diduga palsu.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved