Citizen Reporter

Warga Banyuwangi Berlomba Perahu Hias Arung Kanal di Sungai Pekalen Sampean

Warga berlomba-lomba merangkai bambu, kayu, kertas, dan bahan lainnya menjadi perahu berwujud kapal bak di lautan.

Warga Banyuwangi Berlomba Perahu Hias Arung Kanal di Sungai Pekalen Sampean
Citizen Reporter
Warga Banyuwangi Berlomba Perahu Hias Arung Kanal di Sungai Pekalen Sampean 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi kaya akan tradisi. Itu seperti yang dilakukan warga sepanjang bantaran Sungai Pekalen Sampean, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Sebagai wujud pelestarian budaya yang tidak boleh pupus tergerus zaman mereka menggelar tradisi arung kanal.

Sesuai namanya, arung kanal yang berarti mengarungi kanal atau sungai.

Itu bermula sejak tahun 1960-an silam.

Awalnya hanya adu balap menggunakan batang pohon pisang, namun seiring berjalannya waktu berubah menjadi ajang kreativitas merangkai perahu hias.

Warga berlomba-lomba merangkai bambu, kayu, kertas, dan bahan lainnya menjadi perahu berwujud kapal bak di lautan.

Mereka mempersiapkan jauh hari sebelum acara dimulai sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Belasan replika kapal, seperti kapal perang, kapal tanker, phinisi, dan beberapa bentuk lainnya berjalan mengarungi hilir Pekalen Sampean.

Hiasan lampu warna-warni, berbagai ornamen kapal, dan suara dentuman musik membuat acara semakin semarak.

Suasana menjadi semakin hidup ketika para awak yang juga tim pembuat, bergoyang di atas kapal tiruan itu. Tradisi digelar setiap tahun.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved