Bukan Tebang Pilih, Ini Apresiasi Pengamat Politik Arlan Siddha terhadap Penetapan Tersangka Taufik

Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh KPK.

Bukan Tebang Pilih, Ini Apresiasi Pengamat Politik Arlan Siddha terhadap Penetapan Tersangka Taufik
Kompas/Lucky Pransiska
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan 

SURYA.co.id | JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) oleh KPK.

Penetapan tersangka tersebut mendapat sorotan dari koleganya yang ada di gedung DPR.

Tak terkecuali, pengamat politik Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha juga memberikan komentar. 

Malahan, Arlan Siddha meminta Taufik Kurniawan mundur dari posisi Ketua DPR menyusul penetapan tersangka KPK.

Baca: KPK Beber Korupsi Sistematis DAK oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

Baca: Ini Profil Lengkap Taufik Kurniawan selaku Wakil Ketua DPR yang Jadi Tersangka KPK

Taufik Kurniawan terjerat dalam kasus dugaan suap terkait anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

Arlan Siddha menilai, KPK cukup fair mengusut kasus itu. 

"KPK tidak tebang pilih pada kasus korupsi. Dalam kasus Taufik ini jelas pengembangan kasus DAK Kebumen yang sebelumnya sudah muncul nama lain Yahya Fuad bupati Kebumen. Kita perlu apresiasi KPK dalam pengembangan kasus ini," ujar Arlan Siddha kepada Tribunnews.com (grup SURYA.co.id), Selasa (30/10/2018).

Baca: Taufik Kurniawan Adalah Politisi PAN Diduga Terima Fee di Hotel Semarang dan Yogya Pakai Sandi 1 Ton

Kasus itu merupakan pengembangan dari dua perkara terkait pembahasan ‎dan pengesahan anggaran APBD dan APBD-P Kabupaten Kebumen periode 2015-2016 dan pokok pikiran DPRD Kebumen serta DAK Kab Kebumen tahun 2016.

Arlan Siddha menyatakan, saat Taufik tersandung kasus korupsi dan ditetapkan sebagai tersangka, maka proses hukum yang panjang akan menyita waktu dan tenaganya sebagai wakil rakyat.

"Agar proses tersebut tidak mengganggu kinerja dewan, saya berpikir lebih baik pak Taufik mundur agar bisa fokus pada proses hukum yang sedang dijalaninya," ujar Arlan Siddha.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved