Politisi Muda, Pengalaman Menang-Kalah Jadi Investasi Politik

Bagi para politisi muda maupun calon politisi muda, terjun ke dunia politik adalah pertaruhan besar. Ini kata mereka..

Politisi Muda, Pengalaman Menang-Kalah Jadi Investasi Politik
ist
Dari kiri, Ganis Pratiwi Rumpoko, Emil Elestianto Dardak, dan Citra Oktavia Mochtar 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terjun ke dunia politik pemerintahan merupakan keputusan besar yang dibuat Emil Elestianto Dardak pada 2015. Apalagi, saat itu karirnya cukup moncer sebagai tenaga ahli di World Bank dan salah satu petinggi di BUMN di bawah Kementerian Keuangan.

Suami artis cantik Arumi Bachsin ini akhirnya memutuskan kembali ke daerah untuk membangun kampung halamannya di Trenggalek. Saat itu sosok muda 32 tahun ini berhasil memenangkan Pilbup Trenggalek dengan perolehan 76 persen!

Emil menjadi salah satu representasi tokoh muda Jawa Timur yang sukses dan berhasil menjadi sosok pemimpin yang memiliki semangat tinggi untuk membangun daerahnya. Bahkan, Emil baru saja memenangkan konstenstasi politik Pilgub Jatim 2018, sebagai Wagub Jatim terpilih di usia 34 tahun.

Saat ditanya awal mula terjun di dunia politik, Emil mengaku sebenarnya ia tidak memiliki mimpi bisa mencapai titik ini.

"Secara aktual saya nggak ada rencana mau nyemplung di dunia politik pemerintahan. Cuma karena dalam kapasitas profesional saya saat itu terdetekati oleh beberapa tokoh masyarakat di Trenggalek, maka beliau-beliau meminta agar saya berkenan kembali Trenggalek," cerita Emil, Minggu (28/10).

Saat itu Trenggalek kerap disebut sebagai daerah pensiunan, sehingga membutuhkan tokoh muda untuk bisa membangunnya. Memang ada semacam pergolakan hati, terlebih saat itu Emil tengah menjabat sebagai pimpinan di salah satu BUMN.

Ia mengaku tak langsung memerima ajakan dari para tokoh masyarakat Trenggalek untuk maju sebagai bupati.

"Saat itu nggak langsung nerima. Saya jajaki dulu. Tapi ada salah satu yang menjadi pendorong saya, adalah saat nenek saya bercerita bagaimna eyang kakung babat alas di Trenggalek, sebagai tokoh agama membangun Trenggalek, mulai ‘aliran listriknya’. Maka saya terdorong untuk melanjutkan apa yang dilakukan eyang kakung saya," kisah pria kelahiran 20 Mei 1984 ini.

Doktor di bidang ekonomi pembangunan wilayah jebolan Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang di usia 22 tahun ini pun sempat merenung ingin menerapkan ilmunya. Ia merasa di sinilah waktu dan tempatnya.

Elektabilitas Emil Dardak saat itu pun melesat. Dari awal survei yang hanya 1 persen di Februari 2015, meningkat menjadi 20 persen di Bulan April. Saat itu ia mendapat dukungan dari tujuh partai politik besar.

Halaman
1234
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved