Novri Susan : Elite Muda Dekat Pemilih Milenial

Para elite muda secara ideal harus menawarkan konsep baru dalam menjawab berbagai persoalan negara-bangsa.

Novri Susan : Elite Muda Dekat Pemilih Milenial
surya/bobby constantine
Novri Susan (berdiri) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para elite muda secara ideal harus menawarkan konsep baru dalam menjawab berbagai persoalan negara-bangsa. Konsep itu harus disusun oleh sumber pengetahuan ideologis, demokrasi dan komitmen terhadap kepentingan publik.

Mereka harus bisa mendefinisikan kepentingan publik dan memperjuangkan dengan kepentingan kemajuan rakyat semesta. Itu adalah persyaratan yang paling fundamental

Saat ini Indonesia sudah memiliki beberapa contoh elite politik muda yang baik, namun secara jumlah masih tidak menggembirakan. Jika para elite politik muda mampu memenuhi semua persyaratan tersebut di atas, masyarakat akan memberikan dukungan penuh.

Pada era demokrasi digital ini, perilaku pemilih makin rasional dan menuntut terhadap kualitas elite yang ideal (nalar kritis). Ketika mereka hanya mengandalkan garis keturunan atau popularitas, tanpa memenuhi syarat fundamental sebagai elite politik ideal, maka tidak akan banyak dilirik dan didukung. Masyarakat saat ini sudah lebih kritis.

Relasi antara elite politik muda dan senior memiliki dua sisi. Pertama adalah sisi kritik konstruktif, yaitu melanjutkan program yang sesuai secara demokratis dengan pemberian evaluasi pada bagian-bagian yang tidak tepat untuk kepentingan publik.

Sisi kedua, knowledge transfer yaitu proses melimpahkan berbagai pengalaman terkait dengan bidang kerja legislatif. Relasi yang kedua ini membutuhkan keaktifan dari kedua sisi.

Ada stigma dalam kultur masyarakat Indonesia terutama kalangan pemilih dewasa bahwa masih muda berarti belum berpengalaman dan berkualitas. Oleh karenanya, para calon elite politik muda perlu menjawab stigma tersebut. Terutama dalam memenuhi persyaratan fundamental.

Namun, satu hal yang menjadi kelebihan elite politik muda adalah kedekatan mereka dengan kalangan pemilih muda atau pemilih millenial. Penguasaan teknologi informasi kalangan elite muda menjadi modal sosial besar untuk mendapatkan kepercayaan dengan terus berkomunikasi secara digital tentang konsep dan visi pembaharuan mereka.

Mereka harus melakukan personal branding yang tepat. Ada tiga fase capaian yang perlu mereka lakukan. Yaitu fase 'known', trusted dan loyalty.

Selama kampanye mereka harus mencapai ketiga level di atas yakni, konsep yang jelas yang disusun oleh sumber pengetahuan ideologis, lalu demokrasi dan komitmen terhadap kepentingan publik. Lalu mendefinisikan kepentingan publik dan memperjuangkan dengan kepentingan kemajuan rakyat semesta. 

Baca: Politisi Muda, Pengalaman Menang-Kalah Jadi Investasi Politik

Baca: Caleg-caleg Muda Ingin Jadi Harapan Baru Kalangan Pemuda

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved