Caleg-caleg Muda Ingin Jadi Harapan Baru Kalangan Pemuda

Pemilihan legislatif 2019 mendatang menjadi peluang bagi anak-anak muda untuk mencoba peruntungan menjadi wakil rakyat. Harapan baru jadi jargonnya.

Caleg-caleg Muda Ingin Jadi Harapan Baru Kalangan Pemuda
foto:istimewa
Mandira Isman 

Pemilihan anggota legislatif 2019 mendatang menjadi peluang bagi anak-anak muda untuk mencoba peruntungan menjadi wakil rakyat. Harapan baru menjadi jargon yang mereka angkat. 

SURYA.co.id | MALANG - Sebagaimana caleg DPR RI muda lain, Mandira Isman juga ingin memberi harapan baru bagi warga di dapil Malang Raya. Apalagi, dalam beberapa bulan terakhir Malang Raya dirundung berbagai kasus korupsi. Ia ingin mengajak anak muda agar tak apatis terhadap politik.

“Banyak kejadian yang membuat anak muda tak percaya dengan institusi politik. Kita ingin memberikan edukasi. Yang penting secara jujur dan tidak neko-neko,” kata Mandira.

Mandira mulai aktif di dunia politik sejak 2015 dengan bergabung Partai Nasdem. Tapi, sebelum itu, ia sudah dekat dengan dunia politik. Kakek dan ayahnya, Mas Isman dan Hayono Isman, merupakan orang yang dekat dengan dunia politik. Sang ayah bahkan sudah malang melintang di dunia politik sejak 1980-an.

“Jadi memang otomatis saya banyak belajar dan punya minat di dunia politik dari keluarga. Selain juga, rasa ingin mengabdi untuk negara merupakan faktor utama,” tambahnya.

Meneruskan perjuangan sang ayah di dunia politik memang menjadi keinginan Mandira.

Sebagai anak muda, Mandira juga punya pendekatan khusus untuk kalangan seusianya. Caranya, yakni dengan masuk ke komunitas-komunitas yang banyak diisi oleh anak muda. Menurut dia, anak muda cenderung terbuka dengan hal-hal yang sifatnya baru. Termasuk untuk dunia politik.

Anak muda, menurut dia, tak bisa didekati dengan cara yang tak sesuai dengan jiwa mereka. Mereka akan mudah simpatik jika diberi pengertian dan edukasi. Maka, bagi Mandira, pendekatan politik mutlak diperlukan untuk mereka.

Sebagai caleg, Mandira juga aktif di media sosial (medsos). Pendekatan via medsos dianggap relatif mengena sebab kebanyakan anak muda tak jauh dari dunia tersebut. Selain memperkenalkan diri, ia juga ingin mengajak anak muda supaya bisa memilah politik yang baik dan buruk.

“Harus ada kebijaksanaan anak muda dalam menyaring berita. Mana hoax dan mana fakta. Anak muda emosinya kadang-kadang belum terkendali dengan baik. Jadi memang harus bijaksana dalam menyerap berita,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved