Berita Madiun

Warga Minta Tower segera Dibongkar, saat Hujan Angin Banyak Petir Khawatir Roboh

Sekitar 28 jiwa di RT08/RW01 merasa dibohongi karena hingga saat ini, tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama.

Warga Minta Tower segera Dibongkar, saat Hujan Angin Banyak Petir Khawatir Roboh
surya.co.id/rahadian bagus
Sejumlah warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, menolak keberadaan tower telekomunikasi yang beridiri di tengah pemukiman warga. 

SURYA.co.id|MADIUN - Puluhan warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, khususnya RT 08/RW01, menuntut komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun.

Mereka menuntut komitmen dengan kesepakatan dalam berita acara rapat koordinasi penyelesaian masalah tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama yang dibangun di sekitar tempat tinggal mereka.

Rapat itu dilakukan pada 21 Desember 2016 silam, di ruang rapat Sekda Kabupaten Madiun.

Sekitar 28 jiwa yang tinggal di RT08/RW01 merasa dibohongi karena hingga saat ini, tower telekomunikasi milik PT Tower Bersama masih berdiri dan digunakan hingga saat ini.

Padahal, dalam berita acara yang ditandatangani sejumlah pejabat Pemkab Madiun, pemilik lahan dan pemilik tower sepakat setelah masa berlakunya izin gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) pada 21 Oktober 2018,  tower akan dibongkar.

Beberapa pejabat yang menandatangani kesepakatan itu di antaranya, Sekretaris Daerah, Tontro Pahlawanto, Asisten Administrasi Umum, Basito, Kepala KPPT, Joko Lelono, Kepala Dinas PU Arnowo Widjaja, Kabag Hukum Widodo, Dishubkominfo , Suharto Djakaria, Kantor Lingkungan Hidup, Adi Winarto, Kecamatan Mejayan, Sudar, Lurah Bangunsari, Mardikaningtyas, Satpol, Bambang, warga pelapor, Mugiono, pemilik lahan, Nanto, dan perwakilan PT Tower Bersama, Eri Kurniawan.

Seorang warga RT 08/RW 01 Kelurahan Bangunsari, Mugiono Atmadjaningtyas, meminta kepada Pemkab Madiun untuk bertindak tegas, sesuai dengan komitmen yang telah disepakati bersama. Sebab, seharusnya tower yang berdiri di tengah pemukiman warga tersebut dibongkar atau dipindah sejak 21 Oktober 2018, tahun lalu.

Ia mengatakan, tower telekomunikasi tersebut beroperasi secara legal karena tidak mendapat izin dari warga. Warga yang berjumlah sebanyak sembilan KK yang tinggal beberapa meter dari tower mengaku keberatan dan meminta tower dipindah.

"Mulai sejak dahulu, maunya kami tower ini dipindahkan. Janjinya secara lisan cuma 10 tahun, sejak 2004," kata Mugiono, Jumat (26/10/2018) siang

Ia mengatakan, masalah ini sudah terjadi sejak lama. Dikatakan Mugiono, pada 21 Desember 2016 silam, di ruang rapat Sekda Kabupaten Madiun, telah ditandatangani empat butir kesepakatan, yang intinya warga tidak menyetujui berdirinya tower, dan setelah masa belaku izin HO habis, tower agar segera dipindah.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved