Potret

Potret Desy Syafida yang Berawal dari Corat-coret kini Jadi MUA Profesional

Berawal dari Kesukaan inilah membuat Desy Syafida Arif berangan-angan jadi make up artis (MUA) terkenal.

Potret Desy Syafida yang Berawal dari Corat-coret kini Jadi MUA Profesional
surya.co.id/sudharma adi
Desy Syafida Arif 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kesukaan pada dunia tata rias seakan terkait erat dengan hobinya yang suka coret-coret.

Berawal dari Kesukaan inilah membuat Desy Syafida Arif berangan-angan jadi make up artis (MUA) terkenal. Desy bahkan kini telah mempunyai salon weeding.

Gadis kelahiran Blitar pada 12 Mei 1996 ini bercerita, sejak kecil dirinya adalah anak yang tak bisa diam. Dia sering coret-coret tembok rumah dan kertas. Dia juga suka menggambar pemandangan dan geometris.

“Namanya anak-anak, apapun bisa saya gambar. Tapi kesukaan menggambar ini sebenarnya dasar dalam tata rias,” ujarnya, Kamis (25/10/2018).

Tak hanya suka menggambar saja, sejak anak-anak dia juga sering ke rumah budenya. Di sana, dia tertarik memerhatikan budenya merias wajah pengantin.

Entah kenapa, ada keasyikan tersendiri saat melihat ada yang dirias dengan eyeshadow dan blush on.

“Saya seperti ingin menjadikan orang lain cantik lewat riasan itu. Karena sering melihat dirias, muncul ketertarikan pada tata rias. Dunia tata rias adalah seni lukis pada wajah,” paparnya.

Tekad untuk menggeluti tata rias akhirnya membuatnya berkuliah di jurusan pendidikan kesejahteraan keluarga, program studi tata rias di Unesa.

Selama kuliah itu, dia mengetahui bagaimana cara memilih kosmetik hingga menganalisis jenis kulit klien, mulai berminyak hingga kering.

Tak hanya itu, dia juga belajar bagaimana merias wajah dengan benar. Dia sering berlatih merias dengan teman kuliahnya, mulai riasan dasar hingga make up wedding.

“Yang sulit memang merias alis, karena harus lurus dan tak boleh belok. Meski jadi tantangan, namun saya bisa menguasainya,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan kuliah, dia masih akan memperdalam tata rias dengan sering ikut workshop tentang kecantikan.

Dengan seringnya ikut workshop, ini akan jadi pengalaman berharga ketika terjun sebagai MUA.

“Tentu saya ingin maksimal jadi MUA dan profesional. Jika sudah dikenal, maka saya akan membuka salon wedding sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved