Ekonomi Bisnis

Pasar Perhiasan Emas Jatim Masih Menarik, PT Hartadinata Abadi Kuatkan Branding

Untuk 2018 ini, pihaknya menargetkan minimal akan memiliki total gerai milik sendiri sebanyak 50 gerai emas.

Pasar Perhiasan Emas Jatim Masih Menarik, PT Hartadinata Abadi Kuatkan Branding
surya/sugiharto
Direktur Produksi & Operasional PT Hartadinata Abadi Tbk, Cuncun Muliawan memakaikan perhiasan kepada Penyanyi dan Brand Ambassador PT Hartadinata Abadi Tbk, Rossa, didampingi Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk. Sandra Sunanto (kanan) dan Kepala Desainer Perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk. Muhammad Sigit Purnomo (kiri). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk kembali mengikuti pameran Surabaya Internasional Jawelary Fair 2018 di Surabaya. Dalam even ini, emiten yang melantai di bursa dengan kode HRTA ini, mengaku ingin lebih meningkatkan brand yang mereka miliki di pasar Jawa Timur (Jatim).

"Sejak tahun lalu kami masih melihat pasar di Jatim ini sangat menarik. Sehingga branding kami lakukan, lewat ikut dalam pameran ini," ungkap Sandra Sunanto, Direktur Utama Hartadinata Abadi di Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Selain branding, selama pameran pihaknya juga menerima pesanan produk. Diakui Sandra, dalam mengikuti pameran, mereka tidak pasang target transaksi secara khusus.

"Karena diajang pameran kami tidak sekedar jual kemudian konsumen beli, tapi juga jual, beri contoh, pertemuan B2B (Business to Business) dan aneka peluang yang ada," ungkap Sandra.

Untuk outlet di Jatim, Hartadinata ada di tiga tempat. Yaitu di Surabaya, outlet di dalam Matahari Dept Store Tunjungan Plaza dan dua outlet di Pulau Madura. Salah satunya di Pamekasan.

Menurut Sandra, pasar perhiasan emas di pulau Madura cukup unik.

"Bagi kami ini adalah tantangan dan respon pasar disana cukup positif atas keberadaan produk kami," ungkap Sandra.

Untuk 2018 ini, pihaknya menargetkan minimal akan memiliki total gerai milik sendiri sebanyak 50 gerai.

Sebelumnya ada target hingga mimiliki total 100 gerai hingga tahun depan dengan dana Rp 300 miliar dari emisi MTN.

Namun, melihat kondisi pasar surat utang yang kini sedang kurang mendukung, yang mana ditandai oleh tingginya suku bunga dan ketidakpastian, perseroan memutuskan untuk menunda rencana aksi korporasi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved