Berita Lamongan

Merata, Krisis Air Bersih di Lamongan Juga Landa Wilayah Perkotaan

Mau tidak mau untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) harus beli.

Merata, Krisis Air Bersih di Lamongan Juga Landa Wilayah Perkotaan
surya/hanif manshuri
Bantuan air bersih dari PWI Lamongan untuk Warga Kelurahan Sidoharjo, Kamis (25/10/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Masyarakat yang merasakan krisis air bersih akibat terdampak kekeringan di Lamongan tidak hanya warga desa dan kecamatan yang jauh. Sabanyak 124 kepala keluarga warga Trisno Mulyo Kelurahan Sidoharjo yang hanya berjarak 100 meter dari pusat Pemkab Lamongan ternyata juga mengalami krisis air bersih.

"Warga sini (Sidoharjo, red) termasuk saya selama tiga bulan lamanya beli air," kata Ny Yani, Kamis (25/10/2018).

Sumber air seperti sumur dan balong tidak lagi ada sumbernya. Mau tidak mau untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) harus beli.

Apalagi untuk kebutuhan masak dan minum. Rata-rata setiap KK harus mengeluarkan uang Rp 20 ribu- Rp 30 ribu perhari.

"Ada yang Rp 2 000 hingga Rp 3.000 per jeriken," sambungnya.

Terhitung warga memperolah bantuan air baru dua kali, Senin (22/10) dan Kamis (25/10) hari ini. Warga menyambut senang adanya bantuan air dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan.

"Istilahnya, kota sama seperti desa. Sama-sama kekeringan dan kekurangan air," ujarnya.

Menurut Ketua PWI Lamongan, Bachtiar Febrianto, bantuan air bersih dari PWI Lamongan akan terus berlanjut.

"Untuk sementara, sudah ada lima titik bantuan," kata Febry.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved