Berita Mojokerto

Jembatan Jabon di Mojokerto Diperbaiki, Mobil Dilarang Lewat Sementara

Mobil dan kendaraan berat lainnya untuk sementara tak bisa melintasi jembatan Jabon di Desa Jabon, Mojokerto.

Jembatan Jabon di Mojokerto Diperbaiki, Mobil Dilarang Lewat Sementara
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Arus lalu lintas di jembatan Jabon, Mojokerto hanya bisa dilalui untuk satu lajur karena perbaikan jembatan. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jembatan Jabon di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto sedang diperbaiki. 

Perbaikan ini menyebabkan mobil dan kendaraan berat tak dapat melintas, baik yang dari kota Mojokerto menuju Mojosari atau pacet, serta sebaliknya.

Separo badan jalan yang tak dibongkar itu hanya memiliki lebar kurang lebih 1,5 meter. Sehingga, jalan tersebut hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan roda empat.

Agar tidak terjadi kemacetan, terlihat beberapa warga mengatur lalu lintas. Mereka memberlakukan sistem buka tutup jalur, supaya pengendara tak saling serobot.

Sementara ini, para pengendara harus rela antre untuk melintasi jembatan Jabon.

Ketika sore hari antrean kendaraan bisa mencapai kurang lebih 100 meter. Terkadang, beberapa pengendara terlihat tak sabar untuk melintas Jembatan Jabon dan hampir bersenggolan dengan pengendara lain.

Warga Desa Jabon, Achmad Fauzan (32) mengatakan, perbaikan jembatan Jabon dirasa menimbulkan kemacetan.

Selain itu, pasir bekas pembongkaran membahayakan pengemudi khususnya pengendara motor. Jika tak hati-hati ban akan selip ketika mengerem.

"Biasanya saya kalau melintas di Jembatan Jabon tak perlu antre. Karena ada perbaikan harus mengantre dulu. Akibat perbaikan juga sering mengakibatkan kemacetan terutama pada jam berangkat kerja, pulang kerja, dan hari libur," katanya.

Sementara itu, pengendara motor bernama Dwi Indriani (28) mengungkapkan, beberapa pengendara mobil nekat menerobos papan imbauan penutupan jalan. Hal tersebut menurutnya dapat membahayakan pengendara motor.

"Di Simpang Lima Kenanten saya sering melihat pengendara mobil nekat ingin menerobos papan imbauan penutupan jalan. Entah itu tak tahu atau disengaja. Padahal yang boleh melintas hanya roda dua. Laju kendaraan pun tersendat. Selain itu, Ketika mobil hendak berputar balik rawan bersenggolan dengan pengendara motor," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved