Berita Ekonomi Bisnis

Indonesia Economic Forum Siap Mengulas Potensi Ekonomi dan Bisnis di Jatim

Indonesia Economic Forum (IEF) akan berlangsung di Hotel Whyndam, Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Indonesia Economic Forum Siap Mengulas Potensi Ekonomi dan Bisnis di Jatim
foto: istimewa
Suasana Indonesia Economic Forum di Palembang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tahun kelima ini, Indonesia Economic Forum (IEF) menggelar forum diskusi secara premium di berbagai daerah. Menurut Shoeb Kagda, Founder & CEO Indonesia Economic Forum, selama ini kegiatan mereka masih terpusat di Jakarta.

"Tahun 2018 ini, atau tahun kelima sejak kami berdiri di November 2014, kami melihat perkembangan dan progres ekonomi Indonesia tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga di daerah. Karena itu, IEF kami gelar di daerah yang punya potensi dan peluang sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Shoeb, ketika dihubungi Surya.co.id, Rabu (24/10/2018).

IEF akan berlangsung di Hotel Whyndam, Surabaya, Kamis (25/10/2018).

Dalam IEF yang pertama kali digelar di Jawa Timur (Jatim) ini, dihadiri Gubernur Jatim H Soekarwo, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Heru Tjahjono.

Kemudian Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Juga Summit Dutta, President Director HSBC Indonesia, serta Wijayanto, staf khusus dari Kantor Wakil Presiden RI.

"Dalam forum yang kami gelar di Surabaya ini, akan disampaikan dan di bahas tentang potensi-potensi ekonomi di Jatim. Terutama dengan tren bisnis berbasis digital," tambah Shoeb.

Diakui Shoeb, saat ini pertumbuhan ekonomi Jatim cukup bagus. Berada di atas nasional atau diatas 5 persen. Surabaya dan Jatim merupakan pintu masuk ke Indonesia Timur. Sebagai pusat logistik yang memiliki peluang menjadi tujuan kedatangan bahan baku, kemudian diolah dan selanjutnya dikirim kembali keluar Jatim.

"Industri di Jatim cukup banyak dan aneka macam. Industri wisata (tourism), makanan minuman (Mamin), sepatu, tekstil, pertanian, perikanan dan lainnya. Sehingga potensial untuk mendapatkan investor dari luar," lanjut Shoeb.

Apalagi dalam forum ini juga akan hadir wakil industri atau perusahan dari Singapura yang sudah menyatakan untuk mengembangkan pasar di Jatim.

Infrastruktur di Jatim juga sudah cukup memadai dan menjadi nilai lebih bagi industri yang ingin berkembang.

Dalam forum yang berlangsung dalam waktu setengah hari itu, juga dijadwalkan hadir para pakar akademisi dan tokoh pengusaha asal Jatim.

Seperti Rektor Universitas Airlangga Surabaya, M Nasih dan Alim Markus, pengusaha asli Jatim yang memiliki jaringan industri Maspion Group.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved