Berita Otomotif

Sisihkan 21 Peserta, Teknisi Diler Sentra Yamaha Jember Juara Dunia WTGP 2018 di Jepang

Ardhi Sulistyo Haryo Prakoso meraih juara dunia World Technician Grand Prix (WTGP) 2018 untuk kategori Commuter Class.

Sisihkan 21 Peserta, Teknisi Diler Sentra Yamaha Jember Juara Dunia WTGP 2018 di Jepang
surya.co.id/sugiharto
Ardhi Sulistyo Haryo Prakoso memamerkan piala penghargaan juara dunia World Technician Grand Prix (WTGP) 2018 untuk kategori Commuter Class. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Teknisi Yamaha dari Indonesia diperhitungkan dalam kualitas keterampilannya. Ini tak lepas dari kesuksesan Ardhi Sulistyo Haryo Prakoso, yang mampu meraup juara dunia World Technician Grand Prix (WTGP) 2018 untuk kategori Commuter Class yang digelar pekan lalu.

Pria yang bergabung di Yamaha sejak empat tahun lalu ini sebelumnya ikut program pelatihan teknisi berdasarkan standar global Yamaha yang diadakan oleh Yamaha Technical Academy (YTA).

Setelah ikut program pelatihan dan bekerja di dealer Sentral Yamaha Jember, dia dan ratusan teknisi di Jatim dipilih untuk mengikuti seleksi tingkat regional.

“Saya kemudian menjadi yang terbaik di regional, dan mengikuti kualifikasi tingkat nasional di Jakarta,” tuturnya dalam meet and greet dengan awak media, Selasa (23/10/2018).

Setelah bertarung dalam skill dengan 26 teknisi terbaik di tiap daerah, Ardhi ternyata menjadi yang terbaik di tingkat nasional dalam Indonesia Technician Grand Prix (ITGP) 2018.

Jadilah Ardhi yang terpilih mewakili teknisi Yamaha Indonesia yang bertarung di ajang WTGP 2018 yang digelar di Iwata Jepang. Dalam ajang yang diadakan pekan lalu itu, dia bersaing dengan 21 peserta dari berbagai negara.

“Tiap negara memang mengirim satu orang, kecuali beberapa negara seperti India yang mengirim dua orang. Mereka punya keterampilan yang bagus dan rata-rata setara. Yang jadi kuncinya adalah mental bertanding,” papar pria kelahiran 15 Juni 1990 ini.

Dalam pertandingan itu, setiap teknisi diberi dua jenis materi ujian, yakni customer satisfaction (CS) dan troubleshooting.

Pada materi CS ini, juri menilai bagaimana pelayanan teknisi pada konsumen dan motor yang diservice. Sedangkan pada troubleshooting, tiap teknisi diberi motor sport standart dan diminta untuk menghidupkan motor, dengan lebih dulu mendiagnosis kerusakan mesin.

“Diagnosis ini dilakukan secara menyeluruh, mulai basic maintenance hingga kelistrikan,” urai lulusan Teknik Mesin Unair ini.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved