Berita Magetan

Heboh Nyamuk Jenis Baru di Magetan, Warga Sebut Nyamuk Jet Tempur, ini Alasannya

Dampak pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di sungai Kidul di Dusun Tugu, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Heboh Nyamuk Jenis Baru di Magetan, Warga Sebut Nyamuk Jet Tempur, ini Alasannya
surya/doni prasetyo
Kasmiati warga Dusun Tugu, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan menunjukkan kawanan nyamuk yang oleh warga setempat disebut nyamuk Jet Tempur di toko pracangan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Dampak pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di sungai Kidul di Dusun Tugu, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, tidak hanya menimbulkan polusi udara dan pencemaran lingkungan. Tapi memunculkan nyamuk jenis baru, warga setempat menyebutnya nyamuk "Jet Tempur".

"Setiap menjelang waktu mahgrib, sekitar pukul 17.30 WIB, jutaan nyamuk itu masuk ke rumah rumah warga, suaranya bergemuruh persis jet tempur, karena itu warga di sini menyebut nyamuk jet tempur,"ujar Yadi, warga Dusun Tugu RT6/RW2 Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Senin (22/10-2018).

Menurut Yadi, nyamuk jet tempur ini bentuknya beda dengan nyamuk nyamuk yang biasa dilihat warga. Nyamuk jet tempur ini agak besar, hampir satu centi meter, warnanya hitam pekat.

"Bentuknya lebih besar dari nyamuk biasa. Gigitannya sangat sakit sekali, suara terbangnya sangat keras, sehingga warga setiap menjelang malam, banyak yang menutup pintu rumahnya untuk menghindari serbuan nyamuk Jet Tempur itu,"ujar Yadi.

Hal yang sama juga di katakan Kasmiati, warga Dusun Tugu RT6/RW2, Desa Pojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

"Sebenarnya kasus ini sudah dilaporkan ke kantor Kecamatan Ngariboyo dan sudah ada Bapak Polisi pakaian preman melihat lihat dilingkungan disini. Bapak Polisi tahu kalau nyamuk jet tempur berasal dari limbah penyamakan kulit yang dibuang ke sungai Kidul itu,"kata Kasmiati kepada Surya.

Nyamuk jet tempur ini, lanjut Kasmiati, tidak mempan obat semprot, dan warga hanya bisa agar tidak digigit nyamuk jenis baru ini dengan mengoleskan obat nyamuk cream kesekujur tubuh.

"Saya satu keluarga setiap malam menghabiskan empat saset obat nyamuk cream. Padahal keluarga saya ada empat orang anggota keluarga. Kalau tidak pakai obat oles, kami tidak bisa tidur,"ungkap Kasmiati.

Serangan nyamuk jet tempur di Dusun ini sudah terjadi lebih dari empat bulan lalu. Namun sampai hari ini bantuan fogging (semprotan pestisida) sampai hari ini belum diterima.

Sebenarnya di dusun itu tidak ada warganya yang melakukan proses penyamakan kulit. Proses penyamakan kulit dilakukan warga di Dusun Mandiro, dan Panasan, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Namun dampak pembuangan limbah B3 dari home industri penyamalan kulit itu sangat dirasakan warga setempat yang dusunnya berada dibawah dua dusun itu home induatri kulit ini.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved