Berita Lamongan

Remaja Berbobot 179 Kg Dari Lamongan Dapat Pendampingan Dari Dinas Kesehatan

Remaja 15 tahun dari Lamongan memiliki bobot 179,3 kg. Kondisi obesitas itu mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan.

Remaja Berbobot 179 Kg Dari Lamongan Dapat Pendampingan Dari Dinas Kesehatan
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Keluarga Selvia Dwi Susanti, remaja penderita obesitas saat mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lamongan. 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Selvia Dwi Susanti, remaja 15 tahun asal Lamongan yang mengalami obesitas mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan

Dinas Kesehatan bahkan berencana membentuk tim khusus untuk memantau kondisi remaja asal Desa Cangkring, Kecamatan Bluluk, yang memiliki bobot hingga 179,3 kg tersebut. 

"Tim khusus ini akan mendampingi Selvia agar bisa memiliki bobot yang seperti diharapkan," kata
Kepala Dinkes Lamongan, Taufiq Hidayat kepada wartawan di sela-sela kegiatan Jambore ODGJ Jatim ke 3 di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (19/10/2018).

Ditambahkan Taufiq, tim khusus ini akan memantau dan mendampingi Selvia setiap saat.

Tim khusus ini adalah tim medis yang memberikan solusi terkait obesitas yang sedang dialami oleh Selvia.

"Tim khusus ini melibatkan jajaran Puskesmas Bluluk, Rumah Sakit Ngimbang dan dari Dinkes," kata Taufiq.

Dalam tim khusus ini, juga dilibatkan bidan desa dimana Selvia tinggal. Selain itu, kata Taufiq, tim ini juga bermaterikan dokter gizi yang akan memantau sekaligus memberikan program diet yang tepat untuk menanggulangi obesitas yang dialami Silvia.

Mantan Direktur RSUD Ngimbang ini, menambahkan, tim medis sebenarnya sudah turun untuk memeriksa kondisi kesehatan Selvia. Dari pemeriksaan ini, didapati semua organ diketahui masih dalam kondisi stabil dan tidak ada kelainan organ.

Dengan kondisi ini maka kerja tim akan difokuskan untuk menangani kelebihan berat badan yang dialami oleh Silvia.

Taufik optimis apa yang dilakukan timnya akan membuahkan hasil sesuai keinginan medis.

"Pokoknya peran keluarga harus mendukung dan ikut sesuai petunjuk Dinkes," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Silvia Dwi Susanti mengalami obesitas hingga memiliki berat 179 kg dan sulit untuk berjalan hingga terpaksa meninggalkan bangku sekolah sejak kelas 4 MI. Bahkan, Silvia terus menyendiri lantaran malu memiliki bobot yang terus bertambah.

Pemberitaan Selvia mendapat perhatian semua kalangan dan instansi terkait.

Baca: Remaja 15 Tahun Penderita Obesitas di Lamongan Itu akan Kembali Bersekolah, Seperti Ini Reaksinya

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved