Berita Lamongan

Kabupaten Lamongan Jadi Tuan Rumah Jambore Kesehatan Jiwa

Kabupaten Lamongan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Jambore Kesehatan Jiwa ke-3 tingkat Jawa Timur, Jumat (19/10/2018).

Kabupaten Lamongan Jadi Tuan Rumah Jambore Kesehatan Jiwa
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Bupati Fadeli menunjukkan hasil kerja para peserta jambore kesehatan jiwa, Jumat (19/10/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Kabupaten Lamongan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Jambore Kesehatan Jiwa ke-3 tingkat Jawa Timur, Jumat (19/10/2018).

Jambore Kesehatan Jiwa ini mendapat perhatian Direktur Bina Kesehatan Jiwa pada Kementerian Kesehatan RI Irmansyah. Ia berharap ada event skala nasional untuk penyandang disabilitas mental yang sudah sembuh.

Itu disampaikannya saat menghadiri Jambore Kesehatan Jiwa ke-3 tingkat Jawa Timur di halaman parkir Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (19/10/2018).

Katanya, saat ini sudah ada event multinasional untuk penyandang disabilitas fisik. Pernyataannya itu merujuk pada Asian Para Games ke-3 yang berlangsung di Jakarta 6-13 Oktober lalu. 

Dengan adanya event yang diharapkan, penyandang disabilitas mental yang sudah sembuh dan bisa berkarya memiliki ruang untuk menunjukkan kepada publik bahwa mereka juga bisa bermanfaat untuk kehidupan.

“Jambore Kesehatan Jiwa oleh Jawa Timur ini bisa menjadi cikal bakal untuk kegiatan nasional," katanya.

Baca: Remaja Berbobot 179 Kg Dari Lamongan Dapat Pendampingan Dari Dinas Kesehatan

Bupati Lamongan, Fadeli menyampaikan terima kasihnya karena Lamongan sudah diberi kepercayaan sebagai tuan rumah jambore Kesehatan Jiwa tingkat Jawa Timur.

Menurut dia, dipilihnya Lamongan sebagai tuan rumah mungkin dikarenakan program memanusiakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Lamongan selama ini dinilai sudah cukup berhasil.

Di tahun 2016, ungkap dia, Pemkab Lamongan sudah sukses memebebaskan ODGJ dari pemasungan.

“Tidak hanya dibebaskan dan disembuhkan, ODGJ ini juga kami beri pelatihan sehingga bisa berkarya dan mandiri. Dari pasung menjadi beruntung, “ katanya.

Diantara pelatihan yang diberikan berupa keterampilan memangkas rambut, membuat kanin tenun ikat, menjahit, membuat kopyah, dan sablon.

Di Lamongan sudah ada Griya Mandiri di Desa Gampang Sejati Kecamatan Laren, tempat ODGJ yang sudah sembuh untuk berkarya.

Di Griya Mandiri ini, mantan ODGJ seperti Pak Sukur yang terampil memangkas rambut bisa memiliki tempat untuk mandiri. Untuk setiap pekerjaan memangkas rambut, Pak Sukur mematok tarif Rp 10 ribu.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved