Ekonomi Bisnis

Perluas Pasar Baja Jatim dan Indonesia Timur, PT KMI Buka Toko Distribusi di Sidoarjo

langkah bisnis ini diambil setelah melihat pasar baja tulangan di Jatim terus mengalami peningkatan

Perluas Pasar Baja Jatim dan Indonesia Timur, PT KMI Buka Toko Distribusi di Sidoarjo
surya/sri handi lestari
Direktur Utama PT Mega Group Indonesia, Deni Djuanda (ketiga dari kiri) bersama jajaran managemen dari PT KMI dan perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR saat meresmikan Mega Baja Store di Sidoarjo, Senin (15/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Krakatau Wajatama, melakukan ekspansi dengan menggandeng Mega Group, yakni membuka toko besi Mega Jaya di Jawa Timur (Jatim). Langkah ini sebagai perluasan penetrasi pasar produk baja tulangan yang mereka miliki untuk pasar ritel di Jatim dan Indonesia Timur.

Direktur Komersial PT Krakatau Wajatama, Teguh Sarwono, mengatakan bila langkah bisnis ini diambil setelah melihat pasar baja tulangan di Jatim terus mengalami peningkatan.

"Kami melihat potensi produk baja tulangan kami di pasar Jatim besar. Apalagi kualitas sudah pasti sesuai dengan kebutuhan pasar dan jaminan sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah," ungkap Teguh, disela peresmian PT Krakatau Megatama Indonesia (KMI) atau Mega Baja Super Store selaku distributor produk baja tulangan Krakatau Wajatama di Raya Trosobo, Taman, Sidoarjo Jawa Timur, Senin (15/10/2018).

Untuk mendukung pasar potensial tersebut, Teguh menyebutkan bila keberadaan toko distributor baja tulangan mampu menarik pasar.

"Apalagi keberadaan toko ini tidak hanya menyediakan produk tapi juga bisa mengedukasi konsumen terhadap produk yang sesuai Standart Nasional Indonesia (SNI) serta diawasi oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, serta sesuai dengan kebutuhan konstruksi," ungkap Teguh.

Sementara kerjasama dengan Mega Group, dinilai mampu memasarkan produk ke pasar ritel terutama karena memiliki fokus penjualan dan pendampingan edukasi produk ber-SNI.

Saat ini kapasitas produksi baja tulangan di Krakatau Wajatama mencapai 600.000 ton per tahun. Namun tingkat utilisasinya hanya sekitar 50 persenan.

Kondisi tersebut terjadi lantaran adanya persaingan pasar yang ketat terutama oleh serbuan produk impor, apalagi masih banyak produsen yang tidak menerapkan SNI.

Hingga saat ini penjualan Krakatau Wajatama kebanyakan menyasar segmen infrastruktur dengan kontribusi 60 persen, sebanyak 25 persen ke pasar ritel dan sisanya masuk ke segmen manufaktur seperti untuk kebutuhan bahan industri otomotif.

"Kontribusi pasar jelas paling banyak di Jawa, lalu disusul Sumatera. Khusus di wilayah timur justru demandnya tinggi, tapi suplainya masih sangat kurang. Untuk itu kami mulai masuk ke wilayah timur Indoneia melalui distributor Mega Baja Super Store ini," tambah Teguh.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved