Berita Pasuruan

Kisah Empat Santri Pasuruan Dirikan NU-JEK di Indonesia dan Siap Sejahterakan Umat

Ide membuat NU-JEK ini sebenarnya muncul setelah tiga dari enpat orang ini belajar singkat di salah satu Universitas di Sydney Australia,

Kisah Empat Santri Pasuruan Dirikan NU-JEK di Indonesia dan Siap Sejahterakan Umat
Surabaya.Tribunnews.com/Galih Lintartika
Empat inisiator NU - JEK saat menunjukkan aplikasi NU-JEK yang akan dilaunching dalam jangka waktu dekat. Mereka adalah (dari kiri ke kanan) Umayya sebagai Chief Technology Officier (CTO), Lukman Khakim sebagai Chief Finance Officier (CFO), Imam Syafii sebagai Chief Operation Officier (COO) , dan Moch Ghozali sebagai Chief Executive Officier (CEO). 

SURYA.co.id | PASURUAN - NU - JEK ini sebenarnya baru digarap serius sekitar empat bulan yang lalu oleh empat laki - laki yang berstatus sebagai partner kerja, sahabat sekaligus keluarga ini.

Mereka adalah Moch Ghozali sebagai Chief Executive Officier (CEO), Imam Syafii sebagai Chief Operation Officier (COO), Umayya sebagai Chief Technology Officier (CTO), dan Lukman Khakim sebagai Chief Finance Officier (CFO).

Mereka sudah kenal lama, bahkan mereka juga sudah memiliki usaha bersama sebelum menggarap NU-JEK ini. Ada perusahaan software yang mereka kelola bersama sebelumnya.

Ide membuat NU-JEK ini sebenarnya muncul setelah tiga dari enpat orang ini melakukan kunjungan dan belajar singkat di salah satu Universitas di Sydney Australia, November 2016.

Saat itu, Moch Ghozali, Imam Syafii, Lukman Khakim, minus Umayya mendampingi beberapa teman dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Indonesia melakukan kunjungan di sana.

Salah satu materi yang disampaikan adalah Start Up IT. Setelah dari universitas, mereka juga berkunjung ke kantor Google dan lainnya. Pulang dari Sydney, mereka melakukan diskusi warung kopi.

Ada beberapa masukan dan desakan yang membuat keempatnya akhirnya memutuskan untuk serius menekuni bisnis Start Up IT ini.Akhirnya, muncul ide untuk membangun NU-JEK.

"Sebenarnya tidak ada niatan untuk meniru start up IT yang sudah ada. Tapi, kami melihat ini merupakan peluang. Start Up IT yang mengambil segmen transportasi ini kayaknya menjanjikan, dan ada peluang bisnis di sana, makanya kami bikin NU-JEK ini," kata Lukman Khakim, CFO NU-JEK kepada Surya.

Ia menjelaskan, jika dikatakan plagiat, pihaknya tidak plagiat. Bahkan, NU-JEK ini jelas beda dengan aplikasi Ojek Online (Ojol) lainnya. Ia pun mengklaim bahwa NU-JEK bukan hanya sekadar aplikasi yang melulu bermain di segmen transportasi.

"Kami akan menggabungkan semuanya , kalau bisa melalui satu aplikasi NU-JEK, semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Ini sedang kami lengkapi dan siapkan satu per satu. bahkan, kami memiliki mimpi untuk payment atau transaksi online melalui aplikasi ini," tambah dia.

Setelah itu, perbedaan dengan lainnya, lanjut dia, NU-JEK memiliki semangat untuk membantu memberdayakan ekonomi dan menjsejahterakan umat. Maka dari itu, ia ingin semuanya terakomodir di sini. Banyak yang bisa diuntungkan dalam aplikasi ini.

"Dari beberapa riset dan penelitian, kami berempat memutuskan untuk tidak jadi penonton. Kami ingin aplikasi NU-JEK ini dari anak negeri , untuk negeri dan kembali lagi ke negeri. Kami ingin membantu pemerintah dalam mensukseskan peningkatan kesejahteraan umat," jelasnya

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved