Usai Bertemu JessNoLimit, Jokowi Minta Kaesang Ajari eSport Mobile Legends. Bisa Mabar Gak Ya?

Dari pertemuan dengan JessNoLimit, Jokowi meminta Kaesang Pangarep untuk mengajarinya bermain Mobile Legends dan eSport

Usai Bertemu JessNoLimit, Jokowi Minta Kaesang Ajari eSport Mobile Legends. Bisa Mabar Gak Ya?
tribun-video.com
Pemain eSport Mobile Legends, JessNoLimit, saat bertemu dengan Presiden Jokowi. Jokowi menceritakan pertemuannya dengan JessNoLimit kepada hadirin acara Pembukaan Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) 2018 yang diselenggarakan pada Rabu (10/10/2018) lalu 

SURYA.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat terkesima pada seorang pemuda yang menjadi jutawan lantaran kegemarannya bermain game. Kekaguman Jokowi terhadap pemuda tersebut diungkapkan pada acara Pembukaan Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (AKSI) 2018 yang diselenggarakan pada Rabu (10/10/2018) lalu.

Pemuda yang dimaksud Jokowi itu adalah atlet eSport JessNoLimit. Dilansir Tribun Video dari Grid.Id, JessNoLimit adalah seorang pemain game Mobile Legends profesional dari tim EVOS.

Di permainan bergenre MOBA tersebut, JessNoLimit merupakan pemain palin populer dan pemain dengan prosentase kemenangan yang terbesar dari seluruh player.

Jokowi sempat heran terhadap Jess yang masih terbilang muda namun sudah menjadi jutawan hanya kerena bermain Mobile Legends.

"Dia (JessNoLimit) kan itu muda sekali. Lalu saya tanya pekerjaanmu apa, dia bilang main Mobile Legends. Saya tanya pendapatannya per bulan bisa ratusan juta," ucap Jokowi.

Dari pertemuan dengan JessNoLimit itu, Jokowi juga bercerita kepada peserta AKSI 2018 bahwa ia meminta Kaesang Pangarep untuk mengajarinya bermain Mobile Legends dan eSport.

Hal ini dikarenakan zaman sekarang sudah berubah dan eSport sudah menjadi bagian dari pekerjaan generasi milenial saat ini dengan berpenghasilan ratusan juta rupiah.

Jokowi juga berujar bahwa ke depannya, anak-anak muda akan mengikuti kompetisi yang tidak lagi mengandalkan otot, malainkan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah memasuki revolusi industri 4.0 di mana dampaknya 3.000 kali lebih besar dibandingkan dengan yang pertama.

Oleh karena itu, dirinya berharap jika dengan berkembangnya revolusi industri ini tidak akan membuat generasi muda tertinggal dari negara lain, lantaran masih banyak kesempatan besar untuk dimanfaatkaan.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help