Berita Jawa Timur

Komunitas skater Mojokerto Ingin Perombakan Arena Skateboard di Taman Kehati karena Dinilai Tak Aman

Sejumlah pemuda terlihat mengayuh papan luncur di area Taman Kehati, Jalan Raya Ijen, Mergelo, Wates, Kota Mojokerto.

Komunitas skater Mojokerto Ingin Perombakan Arena Skateboard di Taman Kehati karena Dinilai Tak Aman
IST
Anggota skater Mojokerto sedang berlatih trik lompatan. 

SURYA.co.id l MOJOKERTO - Sejumlah pemuda terlihat mengayuh papan luncur di area Taman Kehati, Jalan Raya Ijen, Mergelo, Wates, Kota Mojokerto.

Sesekali mereka juga melakukan trik lompatan.

Mereka adalah kelompok pecinta olahraga ekstrim skateboard Mojokerto. Taman Kehati dijadikan tempat berkumpul dan berlatih oleh mereka.

Muhammad Saroni (30) salah skater Mojokerto mengatakan, saat ini anggota kelompok ini berjumlah 20 orang. Anggota kelompok skater Mojokerto diisi dari berbagai kalangan usia.

"Anggota kelompok masih ada yang sekolah, kuliah, bahkan ada yang sudah bekerja," katanya.

Maka dari itu, mereka memilih berkumpul pada akhir pekan. Supaya seluruh anggota bisa hadir.

"Kami biasanya berkumpul pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Tergantung kesepakatan," ujar Roni sapaan akrabnya.

Sembari berkumpul, mereka juga mengadakan sesi berlatih bersama serta tukar ilmu. Mereka berlatih teknik dasar berdiri diatas papan luncur dan lompatan (ollie).

"Kami juga berlatih trik-trik ekstrim diantaranya, kickflip, shuv it, 360 flip, dam masih banyak yang lain," sebutnya.

Para anggota kelompok skater Mojokerto mendapat belajar ilmu secara otodidak melalui media sosial youtube. Tak jarang ilmu trik juga mereka dapatkan sewaktu bertemu skater lain. Para skater memang tak segan tukar-menukar ilmu.

"Kami belajar trik dari youtube, ada juga yang sharing ilmu dengan skater kota lain. Meski belajar secara otodidak, anggota kami ada yang berhasil menyabet juara 1 kelas pemula di perlombaan skateboard di Surabayanya," paparnya.

Di sisi lain, ia menilai arena bermain skateboard di Kota Mojokerto terbilang belum aman. Pasalnya, jarak start mengayuh skateboard dengan arena cukup rendah. Hal ini dapat membahayakan skater, mereka bisa terjatuh jika laju papan luncurnya lambat.

"Kalo bisa dirombak, kami dilibatkan dalam pembuatan skateparknya supaya bisa sedikit memberi masukan," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help